Venomena.id – Negara dengan julukan matahari terbit, Jepang, kini tengah mengalami fenomena baru di tengah masyarakat. Fenomena itu disebut dengan praktik Jouhatsu, hilang tapi diri.
Dilansir dari berbagai sumber, terdapat data 100 ribu orang hilang setiap tahunnya. Irang-orang ini hilang tanpa kabar kepindahan atau kematian.
Praktik Jouhatsu terjadi dan jadi pilihan lantaran tingginya tekanan hidup dikalangan masyarakat. Masyarakat ini memilih Jouhatsu sebagai alternatif selain bunuh diri. Sehingga dari data yang dihimpun angka kematian melalui bunuh diri menurun.
“Saya mengambil sebuah koper kecil dan menghilang,” cerita salah satu pelaku Jouhatsu bernama Sugitomi yang menceritakan kisahnya pada media BBC beberapa waktu lalu.
Sugitomi melakukan Jouhatsu lantaran muak dengan tingginya tekanan sosial yang tengah menerpanya. Ia didesak oleh keluarga nya yang berada di daerah kecil untuk meneruskan bisnis keluarga, namun dirinya memilih menghilang tanpa pemberitahuan.
(rdk/rdk)









