Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai Anggota Bidang Ketahanan Pangan DPN HKTI, Sugiatno Adiprayitno. S.E, M.M. merasa optimis dengan implementasi MBG yang sudah berjalan bisa menjadi stimulus dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurut Pria yang akrab disapa Mas Giek ini, Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu bentuk konkret dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama melalui peningkatan gizi, pembangunan sumber daya manusia sehat, dan penguatan ekonomi lokal dengan memanfaatkan produk pertanian dalam negeri.
“Selama ini petani yang kurang beruntung, dengan adanya MBG petani sangat diutungkan karena produksinya bisa disalurkan untuk dapur SPPG yang ada di daerah sehingga penghasilannya meningkat,” kata Mas Giek saat dikonfirmasi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/1).
Mas Giek mengatakan, MBG bukan hanya soal memberi makan secara gratis, tapi juga membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan dengan melibatkan petani lokal dan pelaku UMKM, sekaligus mengatasi stunting dan malnutrisi.
“Produksi petani yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah mulai dari irigasi, untuk meningkatkan pertanian untuk menghasilkan produktivitas dengan hasil pertaniannya bisa disalurkan langsung ke dapur MBG,” ujar Mas Giek.
Menanggapi cara unik yang diterapkan program MBG dalam memberikan manfaat untuk Masyarakat, Mas Giek beranggapan program MBG ini sangat bermanfaat bagi Masyarakat dalam meningkatkan gizi dan nutrisi yang yang lebih baik.
“Dengan adanya MBG, harus memperhatikan gizi dan nutrisi, masyarakat bukan hanya sekedar makan kenyang tapi harus memperhatikan asupan gizinnya,” tegas kader Kosgoro 1957.
Dia berharap, produksi pangan Indonesia dapat mendukung program MBG ini dan harga pangan pun dapat dikendalikan.
“Kalau hilirisasi mulai dari bawah kalangan petani yang selama kurang dihargai dengan hasil tanam yang murah yang tidak seimbang. Dengan adanya MBG hadir petani sekarang sudah mulai bangkit karena diberdayakan langsung melalui dapur SPPG,” tutup politisi Partai Golkar yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. (Dan)









