V News

Ideologi Diuji Arus Zaman, Disdik Bekasi Turun Tangan Perkuat Pancasila di Sekolah

96
×

Ideologi Diuji Arus Zaman, Disdik Bekasi Turun Tangan Perkuat Pancasila di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Kota Bekasi, Wijayanti resmikan forum group discussion (FGD) yang membahas implementasi nilai-nilai Pancasila, Senin (26/1).

Venomena.id – Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan maraknya hoaks yang membanjiri ruang publik, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengambil langkah serius. Bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Disdik menggencarkan pembinaan ideologi Pancasila di lingkungan sekolah melalui forum diskusi dan penguatan kapasitas guru, Senin (26/1/2026).

Forum yang digelar khusus bagi tenaga pendidik ini diikuti 100 guru tingkat SMP dan SMA se-Kota Bekasi. Rinciannya, 75 guru SMA dan 25 guru SMP terlibat aktif dalam forum group discussion (FGD) yang membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni atau sosialisasi formal. Menurutnya, guru harus dibekali strategi konkret agar pendidikan Pancasila tidak berhenti pada hafalan, tetapi benar-benar hidup di ruang kelas.

Baja juga:  Foto Ketua KPK dan Mantan Menteri Pertanian SYL Terjadi Maret 2022 Jauh Sebelum Kasus Bergulir

“Guru tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diajak berdiskusi aktif untuk memetakan tantangan nyata di lapangan, terutama bagaimana mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam kurikulum dan metode pembelajaran,” ujar Wijayanti.

Ia mengakui, tantangan pendidikan ideologi saat ini semakin kompleks. Generasi muda hidup dalam pusaran informasi cepat, media sosial yang nyaris tanpa sekat, serta hoaks yang kerap memelintir nilai kebangsaan. Kondisi ini diperparah oleh krisis kepercayaan yang muncul di tengah masyarakat.

“Situasi ini menegaskan bahwa pendidikan ideologi Pancasila menjadi semakin mendesak. Sekolah harus menjadi benteng moral dan kebangsaan,” katanya.

Baja juga:  Mengenal Para Ajudan Pengawal Presiden Prabowo Subianto

Melalui FGD, para guru diminta mengidentifikasi hambatan sekaligus merumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan inspiratif bagi siswa. Harapannya, nilai-nilai Pancasila tidak lagi dipandang sebagai teori kaku, melainkan menjadi praktik hidup yang melekat dalam keseharian peserta didik.

BPIP sendiri menekankan bahwa forum ini dirancang sebagai sarana peningkatan kapasitas atau upgrading bagi para pendidik. Guru diharapkan lebih siap menghadapi dinamika zaman sekaligus mampu menanamkan ideologi Pancasila dengan pendekatan yang adaptif dan membumi.

“Forum ini bukan hanya soal sosialisasi, tapi penguatan peran guru sebagai garda terdepan penjaga nilai kebangsaan,” pungkas Wijayanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *