HeadlineV Biz

Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bangun, PT Berdikari Siap Songsong Era Baru Industri Peternakan

53
×

Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bangun, PT Berdikari Siap Songsong Era Baru Industri Peternakan

Sebarkan artikel ini
Groundbreaking Hilirisasi Ayam di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026)

Venomena.id – Pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, oleh PT Berdikari resmi dilaksanakan dengan di mulainya peletakan batu pertama.

Menurut Direktur Utama PT Berdikari Maryadi, pembangunan fasilitas GPS ini merupakan langkah strategis memperkuat basis hulu industri perunggasan nasional.

“Keberadaannya diharapkan mendorong pemerataan produksi ayam pedaging ke luar Pulau Jawa serta mengurangi ketergantungan impor bibit unggas,” ujar Maryadi kepada sejumlah pewarta usai Groundbreaking, di Kabupaten Malang, Jumat 6 Februari 2026.

Hadirnya fasilitas kandang ini ditambahkan Maryadi, akan mampu memenuhi kebutuhan akan daging ayam karkas untuk pasar lokal.

“Dengan kapasitas yang dibangun, fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan daging ayam karkas hingga sekitar 169 juta kilogram, sehingga dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” tambah Maryadi.

Baja juga:  Presiden Prabowo Rencanakan BUMN Dipimpin Eks Patriat

Hadirnya fasilitas GPS menjadi wujud komitmen PT Berdikari dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.

Saat ini, kebutuhan daging ayam nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi masih berada di kisaran 4 juta ton dan mayoritas terpusat di Pulau Jawa.

Kondisi ini mendorong Berdikari, sebagai BUMN peternakan bagian dari holding pangan ID FOOD, untuk berperan aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional.

Fasilitas Kandang dan Hatchery GPS yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare ini memiliki kapasitas 18.000 ekor GPS dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 900 ribu ekor Parent Stock (PS) dan 130 juta Final Stock (FS).

Bibit PS tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa guna mendukung produksi ayam pedaging yang berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing.

Selain memperkuat pasokan protein nasional, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan ekosistem industri peternakan, serta peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

Baja juga:  Indonesia Pacu Proyek Energi Hijau Terbesar di Kawasan Hadapi Cuaca Ekstrem 

Pembangunan fasilitas ini turut mendukung program strategis pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis, dengan potensi produksi daging ayam karkas mencapai sekitar 169 juta kilogram.

Melalui pembangunan Kandang dan Hatchery GPS terintegrasi ini, PT Berdikari
menegaskan perannya dalam mendorong kemandirian protein nasional sekaligus
mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Dalama kesempatan peresmian hadir Komisaris Utama PT Berdikari Fernando T. Rorimpandey, Komisaris Independen PT Berdikari Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, Direktur Utama PT Berdikari Maryadi, serta Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari Kaspiyah.

Hadiri secara daring CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Dony Oskaria, serta secara luring oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr. drh. Agung Suganda, M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *