Venomena.id – Ramai muncul usulan di dunia maya agar calon anggota legislatif minimal memiliki pendidikan S2, dan skor TOEFL 500, serta kemampuan public speaking yang baik.
Wacana ini pun memunculkan pro dan kontra dikalangan netizen, sebagian dari mereka mendukung. Tak hanya itu syarat dari para wakil rakyat lulusan universitas ternama.
Nur Hidayat Sardini, Pengamat politik Universitas Diponegoro, menilai syarat akademis seperti gelar S2 atau kemampuan bahasa asing tidak relevan dengan konsep keterwakilan politik. Menurutnya, inti dari demokrasi terletak pada representasi rakyat, bukan sekadar latar belakang pendidikan formal.
“Syarat minimal memang diperlukan, tetapi yang lebih penting adalah pembuktian kapasitas dan integritas seorang wakil rakyat dalam menjaring serta memperjuangkan aspirasi publik,” ungkap Sardini seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat 29 Agustus 2025.
Dicontohkan Sardini, beberapa tokoh dunia seperti mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan mampu memimpin tanpa latar belakang akademis tinggi.
Sardini menekankan bahwa persoalan utama justru berada pada kapasitas pemilih dan peran partai politik dalam mengusung kandidat.
“Pemilih yang cerdas dan kritis diharapkan mampu mengoreksi kualitas wakil rakyat, misalnya dengan tidak lagi memilih pejabat yang terbukti bermasalah pada pemilu berikutnya,” imbuhnya.
(rdk/rdk)