V News

Mudik Rasa Kemitraan: Ribuan Mitra Warmindo Diberangkatkan Gratis, Negara Minta Kepedulian Tak Sekadar Seremonial

59
×

Mudik Rasa Kemitraan: Ribuan Mitra Warmindo Diberangkatkan Gratis, Negara Minta Kepedulian Tak Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, bersama Direktur Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suzi Indriani, melepas ratusan pemudik gratis Warmindo di Islamic Centre Kota Bekasi, Rabu (18/3)

Venomena.id – Tradisi mudik tak lagi sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi cermin relasi antara korporasi, pekerja informal, dan negara. Hal itu tampak dalam program Mudik Bersama Indomie 2026 yang memberangkatkan lebih dari 11.300 mitra Warmindo beserta keluarganya ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Program yang digelar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ini melepas ratusan pemudik dari halaman Islamic Center Bekasi. Secara nasional, sebanyak 195 armada bus disiapkan dari berbagai kota seperti Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya hingga Malang. Khusus wilayah Jabodetabek, tercatat 8.347 peserta diberangkatkan menggunakan 141 bus dari 32 titik keberangkatan.

Pelepasan simbolis dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, bersama Direktur Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suzi Indriani. Kehadiran pemerintah dalam agenda korporasi ini sekaligus menegaskan bahwa program mudik gratis kini tak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari ekosistem hubungan kerja yang lebih luas.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Kemitraan seperti ini harus terus dijaga, agar bisa sama-sama maju, sama-sama sukses, dan sama-sama makmur,” ujar Yassierli dalam sambutannya, Rabu (18/3).

Baja juga:  Lelang Pengelolaan PSEL TPST Sumur Batu Dianggap Janggal

Ia menekankan pentingnya membangun semangat kekeluargaan dalam relasi kerja, termasuk pada sektor informal seperti mitra usaha dan pekerja berbasis aplikasi. Pemerintah, kata dia, mendorong agar hubungan kemitraan tidak berhenti pada label, tetapi juga diikuti dengan bentuk perhatian nyata.

Sementara itu, Direktur Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suzi Indriani, menyebut program mudik bersama ini merupakan bentuk apresiasi terhadap mitra Warmindo yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis Indomie di Indonesia.

“Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk penghargaan kami kepada para pelaku UMKM yang tumbuh bersama Indomie. Kami ingin terus berkembang bersama, termasuk melalui inovasi produk yang juga terinspirasi dari kreativitas Warmindo,” ujarnya.

Di lapangan, program ini terasa nyata manfaatnya bagi para peserta. Septiah Ningsih, pemilik warung Indomie di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas mudik gratis tersebut. Tahun ini ia pulang ke kampung halamannya di Kuningan bersama suami dan tiga anaknya.

“Alhamdulillah terbantu sekali. Kalau naik bus biasa bisa Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per orang. Ini kami berlima, jadi lumayan berat kalau bayar sendiri,” kata Septiah.

Baja juga:  Seleksi Direksi Perumda Tirta Bhagasasi Diduga Sarat Nepotisme, Jeko Desak Wawancara Final Dihentikan

Ia menuturkan, selama ini perjalanan mudik kerap menjadi beban biaya tersendiri bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya. Dengan adanya program ini, ia bisa menghemat pengeluaran sekaligus menikmati perjalanan yang lebih nyaman.

“Biasanya kalau pakai travel juga mahal dan lama. Ini lebih enak, nyaman, dan jelas membantu,” tambahnya.

Program mudik bersama memang bukan hal baru. Namun di tengah meningkatnya biaya transportasi dan tekanan ekonomi, kehadiran program seperti ini menjadi angin segar, khususnya bagi sektor informal yang kerap luput dari jaminan sosial formal.

Di satu sisi, langkah korporasi seperti Indofood patut diapresiasi karena menghadirkan manfaat langsung. Namun di sisi lain, momentum ini juga mengingatkan bahwa perlindungan dan kesejahteraan pekerja baik formal maupun mitra tak bisa sepenuhnya bergantung pada inisiatif sukarela perusahaan.

Mudik gratis boleh jadi menghadirkan kehangatan silaturahmi. Tetapi bagi banyak pekerja kecil, yang lebih dibutuhkan adalah kepastian bahwa perhatian tidak hanya hadir saat Lebaran, melainkan juga dalam keseharian mereka mencari nafkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *