Venomena.id – Rencana besar Pemerintah Kota Bekasi untuk mengubah kawasan Kali Malang menjadi destinasi wisata air kembali menuai sorotan. Pada Kamis (21/8/2025), saat peletakan batu pertama renovasi jembatan di Kalimalang oleh Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat, puluhan warga mendatangi lokasi. Mereka adalah para pedagang yang tergusur akibat proyek tersebut.
Salah satunya Wahyudi Sutianto, warga Kayuringin RT 04 RW 04, yang mengaku sudah 9 tahun berdagang di pinggir Kali Malang, tepat di depan Grand Mall Bekasi. Ia bersama 17 pedagang lain kehilangan mata pencaharian sejak penggusuran dilakukan pada 24 Juli 2025 lalu.
“Kami cuma minta kejelasan. Setelah digusur, sampai sekarang belum ada solusi. Dagang sudah nggak bisa, makan dari mana? Kami juga warga sini,” ujar Wahyudi dengan nada kecewa dan berlinang air mata.
Menurut keterangan warga, sebelumnya sempat ada pembicaraan bahwa para pedagang bisa difasilitasi untuk bergabung di sentra kuliner yang dikelola pemerintah. Namun, hingga kini tak ada kepastian.
“Kalau memang ada proyek wisata, kenapa warga yang sudah lama berdagang di sini tidak dilibatkan? Kami maunya diberi tempat, biar tetap bisa usaha,” tambah seorang ibu pedagang lain.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi menyebut proyek wisata Kali Malang ini sebagai langkah strategis untuk mempercantik wajah kota dan menarik wisatawan. Namun, polemik penggusuran warga menjadi PR besar yang harus segera diselesaikan agar proyek berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian rakyat kecil.
Acara peletakan batu pertama sendiri tetap berlangsung pada Kamis, dihadiri langsung oleh Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat. Proyek ini digadang-gadang menjadi ikon wisata baru di Kota Bekasi, namun harapan warga terdampak untuk mendapat solusi masih menggantung.