V News

Abrasi Kali Bekasi Terus Mengganas, 5 Rumah Warga Teluk Pucung Ambruk dan Terancam Hilang

102
×

Abrasi Kali Bekasi Terus Mengganas, 5 Rumah Warga Teluk Pucung Ambruk dan Terancam Hilang

Sebarkan artikel ini
Lima rumah warga di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, rusak parah akibat abrasi sungai hingga longsor, Senin (26/1).

Venomena.id – Terjangan abrasi Kali Bekasi kembali memakan korban. Sedikitnya lima rumah warga di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, rusak parah setelah bagian bangunan seperti kamar tidur, dapur, dan kamar mandi ambruk tergerus aliran sungai. Warga kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan, terutama jika kembali terjadi kiriman air dari wilayah Bogor.

Peristiwa paling parah terjadi Sabtu malam (24/1), saat debit Kali Bekasi sempat meninggi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Aliran air yang deras menggerus bantaran sungai hingga menyebabkan tanah longsor dan bangunan runtuh ke dalam kali.

Salah satu warga terdampak, Hamzah, mengaku kejadian berlangsung cepat dan tanpa peringatan. Sekitar pukul 18.30 WIB, ia mendengar suara gemuruh keras dari belakang rumahnya.

“Saya kaget dengar suara geruduk-geruduk. Begitu lihat ke belakang, tanah langsung turun. Saya langsung evakuasi istri dan enam anak keluar rumah,” ujar Hamzah, Senin (26/1).

Akibat abrasi tersebut, bagian rumah Hamzah ambruk hingga lima meter ke arah sungai dengan kedalaman mencapai delapan meter. Ruang kamar tidur, dapur, dan kamar mandi kini hilang terseret arus. Rumah itu pun terpaksa dikosongkan demi keselamatan.

Baja juga:  Vendor Tak Punya Bukti Memadai, Pengelola Pasar Jatiasih PT MSA Dinyatakan Menang Oleh Pengadilan

Tak hanya Hamzah, Kamil Sofyan, tokoh masyarakat Teluk Pucung, mengaku telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman abrasi. Bahkan, sebagian tanah miliknya telah hilang hampir 100 meter dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau hujan di Bekasi saya nggak terlalu khawatir. Tapi kalau sudah ada kiriman air dari Bogor, itu yang bikin takut. Banjir bisa surut, tapi abrasi ini tanah hilang, rumah hilang,” kata Kamil.

Ia menambahkan, sejak kejadian abrasi sebelumnya, belum ada penanganan serius dari pemerintah. Bantuan yang pernah diterima warga dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami.

“Kami berharap ada normalisasi sungai dan pembangunan turap. Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal rumah rusak, tapi nyawa warga juga terancam,” tegasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Lurah Teluk Pucung, Ismail Marzuki, turun langsung ke lokasi dan meminta warga yang rumahnya terdampak untuk mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangga terdekat.

Baja juga:  DPRD Desak Pemkot Bekasi Cairkan THR untuk Ribuan TKK

“Kami khawatir ada abrasi susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu seperti Bogor masih tinggi. Keselamatan warga jadi prioritas,” ujarnya.

Ismail menyebutkan, saat ini terdapat tiga rumah yang mengalami abrasi parah, namun potensi ancaman masih membayangi sejumlah wilayah lain di sepanjang bantaran Kali Bekasi, termasuk di RW 03 dan RT 02.

“Kejadian serupa pernah terjadi pada 2024, awalnya satu rumah, sekarang bertambah. Ini sinyal bahaya. Kami berharap pemerintah kota, provinsi, hingga pusat segera turun tangan,” katanya.

Pihak kelurahan bersama RT, RW, serta unsur sosial masyarakat tengah melakukan pendataan dan koordinasi untuk penanganan darurat. Namun warga berharap solusi jangka panjang segera direalisasikan, terutama pembangunan turap atau tanggul permanen di bantaran Kali Bekasi.

Jika tidak, abrasi dikhawatirkan terus meluas dan mengancam lebih banyak rumah warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *