Venomena.id – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tengah dirundung kasus kekerasan seksual terhadap 8 atlit nya yang diduga dilakukan oleh oknum pelatih. Pihak federasi pun langsung bergerak cepat melakukan penanganan.
“Apa yang terjadi adalah peristiwa yang sangat berat bagi kami. Namun FPTI memilih untuk tidak menjadikannya titik jatuh, melainkan titik balik,” ujar Ketua FPTI Yenny Wahid dalam jumpa pers nya yang dikutip, Kamis 5 Maret 2026
Yenny menegaskan, pihaknya berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh. Membangun sistem safe guarding yang lebih kuat, menghadirkan mekanisme pelaporan yang aman, serta memastikan proses pembinaan berjalan profesional dan transparan.
“Tidak boleh ada relasi kuasa yang menciptakan ketakutan. Tidak boleh ada prestasi yang dibangun di atas rasa tidak aman,” tegasnya.
Yenny juga memastikan, bahwa olahraga harus menjadi ruang tumbuh yang sehat secara fisik, mental, dan moral. Karena prestasi sejati lahir dari lingkungan yang bermartabat.
“Kami berpihak pada keselamatan dan martabat atlet. Mari kita kawal bersama, agar dunia olahraga kita menjadi lebih aman dan lebih kuat,” imbuhnya.









