Venomena.id – Rumah produksi Verona Films Riba. Film bergenre horor ini mengangkat isu sosial yang berfokus pada bahaya praktik ekonomi haram dan konsekuensi moralnya.
Salah satu pemeran utama Aktor Ibrahim Risyad mengungkapkan tantangan saat bermain di film terbarunya Riba yang memerankan karakter bernama Sugi merupakan pengepul tembakau. Di tengah himpitan ekonomi, ia terpaksa harus berhutang pada rentenir dan membuatnya tercekik oleh bunga yang tinggi.
Sugi akhirnya mengambil jalan pintas, mengikuti saran temannya, Muji (Wafda Saifan), untuk melakukan pesugihan.Film Riba syuting di tiga lokasi yang berbeda. Untuk set rumah, syuting dilakukan di Pangalengan, Jawa Barat. Sementara untuk set yang membutuhkan area luar dilakukan di Klaten dan Yogyakarta.
Pria yang akrab disapa Ohim menyebut karakternya tidak ‘sejorok’ yang lainnya. “Sugi itu menurut aku memang tidak sejorok dan sekotor pemain yang lain. Kalau di trailer ada yang terbakar atau apa, Sugi itu lebih ke konflik batin yang dia rasakan. Lelah menghadapi teror di hidupnya, entah dari rentenir yang terus memberikan tekanan untuk segera bayar utang maupun di rumah sebagai kepala keluarga,” ceritanya Seusai konferensi pers perilisan poster dan trailer film Riba di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Selasa, (4/11),
Ohim mengungkapkan bahwa syuting yang dilakukan pada bulan puasa juga membuatnya cukup kelelahan. “Ternyata cukup melelahkan nonton trailernya. Dan proses syutingnya juga cukup melelahkan. Syutingnya setengahnya itu pas bulan puasa.“Biasanya yang disiksa itu lawan main aku, di film ini, aku juga disiksa. Cukup lelah, banyak lari, teriak. Ini kesempatan pertama kali yang aku dapatkan di film ini,” tutup Ohim.
Produser Verona Films, Titin Suryani, mengatakan pergantian judul Riba ini dilakukan untuk mempertegas pesan utama film dan memperkuat kesan horor yang tidak hanya bersifat supranatural, tetapi juga spiritual.
“Kami ingin penonton merasakan horor yang tidak hanya datang dari sosok makhluk gaib, tetapi juga dari dosa dan karma yang tak terhindarkan. Film Riba menyoroti fenomena sosial nyata yang sering terjadi pada masyarakat,” ujar Titin saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, .
Titin menambahkan, film Riba tidak hanya menyajikan ketegangan, tetapi juga menyelipkan pesan moral mengenai bahayanya terjebak dalam jeratan utang dan praktik riba.
“Lewat film ini, kami ingin mengingatkan bahwa hutang dan riba ini tentu bisa menghancurkan keharmonisan keluarga. Segala tindakan di dunia memiliki konsekuensi, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar dan kehidupan setelahnya,” imbuhnya.
Adapun film Riba ini ceritanya berpusat pada sosok Rohmah (diperankan oleh Fanny Ghassani), seorang istri yang terdesak kondisi ekonomi dan mengambil keputusan fatal: “menjual anaknya” lewat media pesugihan demi memperbaiki keuangan keluarga. Namun, keputusan tersebut justru berbalik menjadi teror supranatural yang mengoyak keharmonisan rumah tangganya.
Film Riba yang disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan diproduseri oleh Titin Suryani dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Fanny Ghassani, Ibrahim Irsyad, Wafda Safian, Jajang C Noer, Emilat Morshedy, dan Kevin Danu ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025.









