Venomena.id – Film horor terbaru Pemikat Jiwa,yang diproduksi oleh Shanker R S, Rama Tribudiman, dan Madam Mystery di bawah naungan Makara Production coba menghadirkan ketegangan dan kengerian yang akut.
Film yang naskahnya ditulis oleh Reza Keling dan disutradarai Dom Dharmo ini
menghadirkan kisah mencekam yang berakar dari kepercayaan mistis masyarakat.
“Pemikat Jiwa ini memadukan unsur cinta, obsesi, dan praktik ilmu pengasihan yang berujung petaka,” kata Dom Dhamo di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Cerita yang tertuang dalam film berangkat dari kisah nyata dari penuturan Nuugro Agung.
“Apa yang tergambar dalam film berangkat dari kisah langsung yang dialami bapak saya. Beliau menyembuhkan korban dari ilmu hitam atau pelet ini,” kata Nuugro Agung di tempat yang sama.
Shanker R S pun menegaskan alasannya memilih kisah yang menjadi tema utama di film produksi terbarunya ini.
“Soal pelet, sangat related dengan kehidupan kita, cerita sangat menarik dari sekian cerita yang ada. Akhirnya kami pilih cerita asli Nuugro Agung,” kata Shanker.
Sementara Fajar Nugra menuturkan sebagai stand up komedi memaksa dirinya berakting penuh karakter agar tidak mengundang tawa penonton.
“Ini karakter perdana di film yang gue anggap sinting atau gila. Saya takut menimbulkan sesi tawa penonton, tapi di film ini pas pakai celana kolor, penonton saya lihat kok pada tertawa ya, haha,” ungkap Fajar sembari tersenyum.
Aktor sekaligus komika Fajar Nugra mengaku sempat dilanda kepanikan saat beradegan intim dengan Givina Lukita di film horor Pemikat Jiwa.
Menurut Fajar Nugra, melakoni adegan tersebut di depan kamera adalah pengalaman kali pertamanya.
“Aku khwatirnya adegan seperti ini disalahartikan lawan main maupun orang-orang di set syuting,” katanya.
Fajar mengungkapkan, untuk meminimalisir rasa cemas tersebut, pihak produksi menyediakan seorang Intimacy Coordinator bernama Runi yang bertugas menjaga batasan kenyamanan dan keamanan kedua aktor selama pengambilan gambar berlangsung.
Kekhawatiran Fajar pun tidak berhenti sebelum adegan dimulai saja.
Ketika pengambilan gambar selesai, Fajar langsung melakukan aksi tak terduga yang langsung memecah ketegangan di set syuting.
Lantaran merasa khawatir aroma tubuhnya mengganggu kenyamanan Givina, ia langsung berteriak meminta tisu basah untuk diberikan kepada lawan mainnya tersebut.
“Ketika break karakter, ketika kata ‘cut’ itu, aku jadi ngerasa aduh nggak enak banget sama Givina takutnya bau kan gitu. Jadi aku yang meminta setelah ‘cut’, ‘Tisu basah! Tisu basah buat Givina, tisu basah!’ Aku yang meminta,” jelas Fajar seraya tertawa.
Selain mengkhawatirkan kenyamanan Givina, Fajar juga memikirkan perasaan sang istri di rumah. Beruntung, istrinya memberikan reaksi yang sangat positif dan mendukung karier aktingnya.
“Gimana ya izin sama istrinya? Itu sih sebenarnya. Cuman Alhamdulillah istriku profesional juga, izinin. Hadir dia mendukung, mendukung karena dia profesional,” tutur Fajar.
Pemikat Jiwa berbeda dari horor yang mengandalkan kemunculan makhluk gaib, Pemikat Jiwa mengeksplorasi sisi gelap manusia ketika rasa cinta berubah menjadi ambisi yang berbahaya.
Konflik psikologis menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan film ini.
Mengisahkan Jay (Fajar Nugra), seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam menaruh hati kepada Wulan (Givina). Namun, perasaan yang dipendamnya tak pernah mendapatkan balasan dari perempuan yang dicintainya.
Tak mampu menerima kenyataan tersebut, Jay memilih jalan yang berbahaya. Ia nekat menggunakan praktik klenik dan ilmu mistis demi mendapatkan cinta Wulan.
Alih-alih menemukan kebahagiaan, keputusan itu justru menyeretnya ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang dipenuhi teror, ketakutan, trauma, dan konsekuensi yang tidak terduga.
Selain Fajar Nugra sebagai Jay dan Givina sebagai Wulan, film ini juga dibintangi Erdin Wedrayana yang memerankan karakter Damar.
Film penuh kengerian dan ketegangan ini bakal segera menyapa penonton bioskop Tanah Air pada 9 Juli 2026 mendatang.









