Venomena.id – Peran menjadi orang tua bukan hanya tentang menunggu kelahiran buah hati, tetapi juga mempersiapkan diri secara mental, pengetahuan, dan hubungan bersama pasangan.
Akan tetapi, menunggu kelahiran buah hati biasanya diikuti berbagai persiapan. Calon orang tua mulai memilih pakaian bayi, menyiapkan tempat tidur, membeli perlengkapan newborn, hingga menata kamar untuk menyambut anggota keluarga baru.Langganan Berita Digital
Akan tetapi, persiapan menjadi orang tua sebenarnya tidak berhenti pada urusan perlengkapan bayi. Calon ayah dan ibu juga perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai perawatan bayi, tumbuh kembang anak, hingga pola pengasuhan.
Hal ini penting karena kehadiran bayi membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua perlu beradaptasi dengan rutinitas baru sekaligus memahami kebutuhan anak yang akan terus berubah seiring pertumbuhannya.
Adapun masa kehamilan dapat menjadi waktu bagi pasangan untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan tersebut. Salah satunya dengan mencari informasi mengenai kehamilan dan persalinan, mempelajari cara merawat bayi baru lahir, serta berdiskusi dengan pasangan mengenai pembagian peran setelah bayi lahir.
Pengetahuan tentang newborn care, misalnya, dapat membantu calon orang tua memahami kebutuhan dasar bayi setelah lahir. Begitu pula pemahaman mengenai tumbuh kembang anak dapat menjadi bekal ketika orang tua mulai menghadapi berbagai tahap perkembangan si kecil.
Persiapan ini juga bukan berarti calon orang tua harus mengetahui semuanya sejak awal. Menjadi orang tua merupakan proses belajar yang berlangsung terus-menerus, seiring anak tumbuh dan menghadirkan kebutuhan serta tantangan baru.
Karena itu, selain mempersiapkan kebutuhan fisik bayi, pasangan juga dapat memanfaatkan masa kehamilan untuk belajar bersama dan membangun komunikasi mengenai pengasuhan.
Di tengah berbagai persiapan tersebut, pasangan juga tetap membutuhkan waktu untuk menikmati masa kehamilan bersama. Salah satunya melalui babymoon, yaitu momen bagi pasangan untuk menghabiskan waktu berkualitas sebelum menyambut kelahiran buah hati.
Hal inilah yang diangkat Fluffy melalui The First Baby Moon in Jakarta, sebuah kegiatan yang menggabungkan momen berkualitas bersama pasangan dengan edukasi seputar persiapan menjadi orang tua.
Sebanyak 100 pasangan atau sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan yang mengusung konsep babymoon, yaitu waktu berkualitas yang dapat dimanfaatkan pasangan selama masa kehamilan sebelum menyambut kelahiran buah hati.
Alih-alih sekadar menjadi momen bersantai, babymoon dalam kegiatan ini dikemas sebagai kesempatan bagi calon orang tua untuk sekaligus memperkaya pengetahuan. Peserta mengikuti health talk bersama dr. Kartika Iswaranti, Sp.OG yang membahas hal-hal seputar kehamilan dan persiapan menyambut persalinan.
Konsep ini membuat babymoon tidak hanya menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan, tetapi juga ruang bagi pasangan untuk mulai membangun kesiapan sebagai orang tua. Peserta turut mengikuti berbagai aktivitas bersama dan mengabadikan perjalanan kehamilan sebagai bagian dari pengalaman menuju hadirnya anggota keluarga baru.
Tak berhenti pada kesehatan ibu selama kehamilan, peserta juga mendapatkan newborn care class bersama Atik Prihatin, A.Md.Kep. Kelas ini menjadi bekal bagi pasangan untuk lebih siap menghadapi fase awal setelah bayi lahir, termasuk memahami kebutuhan dasar dan perawatan bayi baru lahir.
Dalam kegiatan itu, edukasi dini bagi calon orang tua juga tidak hanya berkaitan dengan bagaimana merawat bayi baru lahir. Seiring anak tumbuh, orang tua akan menghadapi berbagai situasi baru yang membutuhkan pemahaman mengenai pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Mulai dari menghadapi anak yang rewel, memahami kebutuhan sesuai usia, hingga mendampingi anak ketika mulai mengenal teknologi dan gadget, semuanya menjadi bagian dari perjalanan pengasuhan.
CEO Fluffy, Ferry Mulyadi, mengatakan pemahaman mengenai pengasuhan dan tumbuh kembang anak perlu dibangun sejak dini.
“Ketika orang tua mendapatkan edukasi, mereka akan lebih memahami anak, lebih sabar, dan tahu bagaimana menghadapi berbagai kondisi, misalnya ketika anak rewel atau dalam menghadapi penggunaan gadget,” ujar Ferry, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Ferry, edukasi dan pendampingan bagi orang tua juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari anak masih bayi hingga tumbuh menjadi remaja dan dewasa.
Sementara itu, Marcomm Manager Fluffy, Aulia Rizky Wijayanto, mengatakan antusiasme calon orang tua terhadap kegiatan edukasi terlihat dari tiket The First Baby Moon yang habis dalam waktu kurang dari satu hari.
“Antusiasmenya luar biasa. Tiket yang kami buka langsung habis dalam waktu kurang dari satu hari. Ini menunjukkan orang tua sekarang semakin tertarik memperkaya ilmu dan mempersiapkan diri sebelum anak lahir,” ujar Aulia.
Aulia Rizky Wijayanto mengungkapkan bahwa
melalui konsep The First Baby Moon, Fluffy mencoba menghadirkan perspektif bahwa masa kehamilan juga dapat menjadi kesempatan bagi pasangan untuk memperkuat hubungan dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan kehidupan setelah bayi lahir.
Kehadiran buah hati membawa berbagai perubahan dalam rutinitas pasangan. Karena itu, waktu berkualitas sebelum persalinan dapat menjadi momen untuk berkomunikasi, berbagi harapan, sekaligus membicarakan pembagian peran dalam pengasuhan.
Menurutnya, proses belajar menjadi orang tua juga perlu berlangsung secara berkelanjutan. Pendampingan dan edukasi tidak hanya dibutuhkan ketika anak masih bayi, tetapi dapat terus mengikuti tahapan tumbuh kembang hingga anak memasuki usia remaja dan dewasa.
Dengan memadukan aktivitas pasangan dan kelas edukasi, babymoon pun tidak hanya berfokus pada perjalanan atau relaksasi. Kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi calon orang tua untuk belajar sekaligus menikmati perjalanan menuju fase baru kehidupan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan Fluffy sebagai brand fesyen bayi dan anak. Selama 25 tahun, Fluffy menghadirkan pakaian dan aksesori untuk bayi hingga anak usia 3 tahun dengan mengusung prinsip Soft, Safe, dan Max Comfort serta desain timeless patterns.
Memasuki usia ke-25, Fluffy berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan edukatif bagi orang tua di berbagai kota di Indonesia serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen.









