V News

Kontraktor Buka Suara, Sebut Sosok yang Diduga Intimidasi Peliput Bukan Orang Internal Perusahaan

49
×

Kontraktor Buka Suara, Sebut Sosok yang Diduga Intimidasi Peliput Bukan Orang Internal Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Polemik dugaan intimidasi terhadap seorang konten kreator yang melakukan dokumentasi proyek pembangunan di kawasan Wisata Air Kalimalang, Kota Bekasi, terus bergulir. Setelah video insiden tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi publik, pihak kontraktor akhirnya memberikan penjelasan terkait peristiwa yang menjadi sorotan tersebut.

Perwakilan lapangan dari kontraktor pelaksana, PT Yanti Rekon, yang diketahui bernama Aep, menegaskan bahwa orang yang terlibat dalam insiden dugaan intimidasi tersebut bukan merupakan bagian dari internal perusahaan.

Menurut Aep, tugas dan tanggung jawabnya hanya sebatas mengawasi pekerjaan proyek di lapangan. Sementara terkait keberadaan pihak keamanan maupun individu yang terlibat dalam peristiwa viral tersebut, ia mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh.

“Kalau untuk hal seperti itu sudah ada bagian masing-masing. Saya hanya tahu pekerjaan saya di lapangan. Ngapain juga kita mengurusi bagian orang lain. Yang saya tahu, tugas saya memastikan pekerjaan berjalan,” ujar Aep saat ditemui di lokasi proyek.

Meski demikian, Aep mengakui bahwa area proyek memiliki sejumlah pembatasan akses yang diterapkan demi alasan keamanan dan keselamatan kerja.

“Kalau area ini memang ada yang dilarang masuk, ya memang dilarang. Karena ini area pekerjaan,” katanya.

Baja juga:  Aktivis Kritisi Ide Presiden Prabowo Terkait Kepala Daerah Dikembalikan Seperti Dahulu Melalui DPRD

Minta Tidak Terjadi Tindakan Berlebihan

Dalam keterangannya, Aep juga berharap tidak terjadi tindakan yang dianggap berlebihan terhadap masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan proyek.

Sebagai orang yang telah lama bekerja di lapangan, ia menilai komunikasi yang baik seharusnya dapat menjadi solusi tanpa harus menimbulkan ketegangan.

“Sekadar pengamanan saja. Jangan terlalu berlebihan. Saya juga orang lapangan, jadi paham bagaimana kondisi di proyek. Kalau memang hanya untuk menegur, ya cukup ditegur baik-baik, tidak perlu sampai ada tindakan yang berlebihan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan publik mengenai video yang memperlihatkan adu argumentasi antara seorang konten kreator dengan pihak yang berada di lokasi proyek Wisata Air Kalimalang.

Klaim Pekerjaan Sesuai Standar

Terkait pelaksanaan proyek, Aep menegaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan telah dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.

Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak maupun spesifikasi proyek.

“Kalau untuk pekerjaan, kami menjalankan sesuai standar yang berlaku. Semua pekerjaan ada aturan dan prosedurnya,” katanya, Selasa (2/6).

Namun saat disinggung mengenai alasan pembatasan dokumentasi di area proyek yang berada di ruang publik, Aep mengaku tidak dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena hal tersebut berada di luar kewenangannya.

Baja juga:  Menteri Iftitah Minta Itjen Kementrans Lakukan Pengawasan Sejak Awal Untuk Cegah Kebocoran

Transparansi Proyek Tetap Jadi Sorotan

Terpisah, sejumlah warga menilai klarifikasi dari pihak kontraktor belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Pasalnya, yang menjadi perhatian publik bukan hanya soal siapa pelaku yang diduga melakukan intimidasi, melainkan alasan mengapa aktivitas dokumentasi terhadap proyek tersebut dipersoalkan.

Warga berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan proyek dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar polemik tidak semakin berkembang.

“Kalau memang yang bersangkutan bukan orang internal perusahaan, lalu siapa yang memberi kewenangan untuk mengatur atau melarang orang mengambil gambar di sekitar proyek? Itu yang sekarang menjadi pertanyaan masyarakat,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut maupun pihak terkait lainnya mengenai status dan kewenangan orang yang terekam dalam video viral tersebut.

Sementara itu, kasus ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut isu yang lebih luas, yakni keterbukaan informasi, transparansi pelaksanaan proyek publik, serta hak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang berlangsung di lingkungan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *