Venomena.id – Di tengah sorotan publik terhadap praktik perpeloncoan pada masa orientasi sekolah di sejumlah daerah, MTsN 1 Kota Bekasi memilih menegaskan arah berbeda. Madrasah ini menggelar Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) sebagai ruang adaptasi yang mengedepankan pendidikan karakter, penguatan mental, dan pengenalan lingkungan belajar tanpa kekerasan maupun tindakan yang merendahkan peserta didik.
Kegiatan yang dimulai pada Senin (13/7) itu menjadi pintu masuk bagi ratusan siswa baru untuk mengenal kehidupan madrasah. Mereka diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, sistem pembelajaran, hingga berbagai program unggulan yang menjadi identitas MTsN 1 Kota Bekasi.
Kepala MTsN 1 Kota Bekasi, Wahid Ali, menjelaskan bahwa orientasi di madrasah memang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Karena itu, kegiatan Matamuda menjadi tahapan penting agar siswa baru mampu beradaptasi sebelum memasuki proses belajar mengajar.
“Di madrasah namanya Matamuda, Masa Taaruf Murid Madrasah. Tujuannya untuk mengenalkan lingkungan madrasah, guru, serta seluruh sistem pembelajaran agar siswa memiliki kesiapan mental, sosial, emosional, sekaligus akademik sebelum mengikuti kegiatan belajar,” ujar Wahid Ali.
Menurutnya, Matamuda tidak sekadar mengenalkan bangunan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media membangun rasa percaya diri, menumbuhkan kecintaan terhadap almamater, sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama masuk madrasah.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan yang edukatif, interaktif, ramah anak, inklusif, dan partisipatif. MTsN 1 Kota Bekasi juga menegaskan tidak ada ruang bagi praktik perpeloncoan, perundungan, kekerasan, diskriminasi maupun pelecehan dalam pelaksanaan orientasi.
Tahun ini, Matamuda mengusung tema “Mewujudkan Generasi Moderat, Berkarakter Panca Cinta dan Siap Berprestasi di Era Digital.” Tema tersebut selaras dengan visi madrasah untuk mencetak lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan iman dan takwa.
Selama orientasi, para siswa juga diperkenalkan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan lima nilai utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta terhadap lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.
Selain itu, madrasah membiasakan pola hidup bersih dan sehat, membangun budaya disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Di sisi lain, Wahid Ali berharap perhatian pemerintah terhadap madrasah terus ditingkatkan. Menurutnya, hingga kini sumber pembiayaan utama masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
“Kalau ada dukungan dari pemerintah daerah tentu sangat membantu. Selama ini anggaran utama kami berasal dari BOS madrasah. Dukungan tambahan akan sangat menunjang berbagai program pendidikan di madrasah,” katanya.
Ia berharap MTsN 1 Kota Bekasi terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang semakin maju, mampu bersaing, dan melahirkan generasi berprestasi yang berakhlak mulia di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman.Jika diinginkan, naskah ini juga bisa disesuaikan dengan gaya khas berita koran lokal, lengkap dengan lead yang lebih tajam dan penutup yang lebih kritis.









