HeadlineV Lifestyle

Athpal Paturusi Garap Film Penendang Bebas Berlatar Kisah Nyata Dunia Sepakbola Indonesia

44
×

Athpal Paturusi Garap Film Penendang Bebas Berlatar Kisah Nyata Dunia Sepakbola Indonesia

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Menangkap momen perhelatan Piala Dunia 2026 di Kanada-AS-Meksiko, BOLALAPAN mempersembahkan Demo Version dari IP proyek film panjang terbaru berjudul “Penendang Bebas”.

Film Penendang Bebas tidak lahir dari proses singkat. Proyek drama olahraga yang ingin mengangkat dunia sepak bola virtual tersebut telah dikembangkan selama sekitar satu dekade melalui proses penulisan dan riset panjang yang dilakukan sang sutradara, Athpal Paturusi, sejak 2016.

Dalam proses pengembangannya, Athpal mengamati hubungan masyarakat Indonesia dengan sepak bola yang tidak hanya hadir melalui pertandingan di lapangan. Kecintaan terhadap olahraga tersebut juga tumbuh lewat berbagai permainan sepak bola virtual yang telah menemani lintas generasi.

Di balik perjalanan kompetitif tersebut, tersimpan pergulatan personal tentang eksistensi diri, masa lalu, serta keinginan untuk mendapatkan kembali bagian penting yang pernah hilang dari hidupnya.

Pengalaman bermain Winning Eleven, PES, FIFA, EAFC, hingga eFootball menjadi salah satu sumber pengamatan yang kemudian membentuk dunia Penendang Bebas. Fenomena tersebut mempertemukan nostalgia para pemain lama dengan perkembangan eSports yang kini telah menjadi arena kompetisi profesional.

“Cerita ini lahir dari pengamatan saya terhadap kecintaan dan hausnya masyarakat Indonesia akan rasa menang ala sepak bola, sekaligus kedekatan banyak orang dengan game sepak bola seperti Winning Eleven, PES, FIFA, EAFC, hingga eFootball. Dari situ, saya melihat ada persimpangan menarik antara nostalgia, kemajuan zaman, dan kesempatan kedua dalam hidup,” ujar Athpal Paturusi.

Baja juga:  State Café & Brasserie, Manjakan Pecinta Kuliner dengan Hidangan Khas Eropa dan Indonesia Klasik

Hasil riset ini kemudian diterjemahkan melalui kisah seorang pria paruh baya yang mencoba membentuk dan memimpin tim sepak bola virtual dari sebuah perkebunan tebu. Mereka memiliki ambisi besar untuk mengejar trofi dalam sebuah kompetisi nasional meski berasal dari lingkungan yang jauh dari gambaran arena eSports modern.

Namun, perjalanan menuju gelar juara bukan satu-satunya konflik dalam Penendang Bebas. Sang tokoh utama juga harus berhadapan dengan masa lalunya, mempertanyakan kembali eksistensi diri, serta berusaha mendapatkan sesuatu yang pernah hilang dari kehidupannya.

“Di balik cerita olahraga dan kompetisi, film ini bicara tentang lelaki paruh baya yang mungkin sudah dianggap selesai dalam pertempuran hidup, tetapi ternyata ia masih punya peluang untuk menunjukkan siapa dirinya,” lanjut Athpal.

Selama bertahun-tahun mengembangkan cerita, Athpal juga melihat perkembangan nyata prestasi Indonesia di panggung sepak bola virtual dunia. Pencapaian ini kemudian semakin memperkuat gagasan yang sebelum yang telah ia bangun untuk Penendang Bebas.

Salah satu momentum yang menjadi perhatian Athpal adalah keberhasilan wakil Indonesia menjuarai FIFAe World Cup 2024 kategori eFootball. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kebanggaan dan euforia kemenangan sepak bola juga dapat hadir melalui kompetisi yang berlangsung di balik layar konsol.

“Selama masa pengembangannya, cerita ini diperkuat oleh fakta dan kisah nyata. Saya menyaksikan tim yang mewakili Indonesia, berhasil menjadi juara dunia eFootball di FIFAe World Cup 2024 dengan mengalahkan Brazil. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa kemenangan sepak bola juga bisa dirasakan secara mendalam melalui layar,” kata Athpal.

Baja juga:  Kolaborasi Tasya Farasya dan Brand Perhiasan Hadirkan Bamboo Mother of Pearl Collection

Prestasi Indonesia dalam sepak bola virtual kemudian berlanjut dengan pencapaian sebagai semifinalis FIFAe World Cup 2025. Indonesia juga disebut menempati peringkat ketiga dunia FIFAe di platform konsol, memperlihatkan perkembangan kompetitif yang membuat tema Penendang Bebas semakin relevan dengan kondisi saat ini.

Meski diperkuat berbagai fakta dari dunia sepak bola virtual, Penendang Bebas bukan film yang secara langsung mengadaptasi satu kisah nyata tertentu. Pengalaman dan pencapaian nyata dalam dunia eFootball menjadi bagian dari referensi yang memperkuat latar serta semangat cerita fiksi yang telah dikembangkan sejak 2016.

Saat ini, Penendang Bebas masih berada dalam tahap pengembangan menuju pra-produksi. Sebagai langkah awal, Demo Version telah diperkenalkan untuk memberikan gambaran mengenai dunia cerita, karakter, atmosfer visual, dan potensi film tersebut sebelum memasuki proses produksi panjang.

“Bagi kami, Demo Version ini adalah undangan pertama untuk melihat dunia cerita ‘Penendang Bebas’. Kami ingin memperkenalkan gagasan, rasa, dan potensi cerita ini kepada publik, mitra kreatif, calon investor, sponsor, serta pihak-pihak yang percaya dengan keunikan karya film ini,” tutup Athpal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *