V Biz

Digitalisasi UMKM Puraseda Berdaya Dorong Kebijakan Pemerintah Desa Tepat Sasaran

85
×

Digitalisasi UMKM Puraseda Berdaya Dorong Kebijakan Pemerintah Desa Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Tim KKNT saat menyambangi pelaku UMKM di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor

Venomena.id – Tim KKNT BOGORKAB42 menggelar Digidaya UMKM Puraseda, sebuah kegiatan yang bertujuan memetakan profil operasional dan kebutuhan strategis terhadap pelaku UMKM di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, tim KKNT BOGORKAB42 sudah terlebih dahulu menandai koordinat tempat usaha di Desa Puraseda pada Kamis, 30 Juli 2026. Ada 19 UMKM yang terdata.

“Program Digidaya Puraseda diadakan sebagai upaya mendorong kebijakan pemerintah desa supaya lebih tepat sasaran dan langkah awal penguatan kapasitas UMKM di Desa Puraseda. Melalui Program ini, Desa Puraseda memiliki basis data hasil survei terhadap 19 pelaku usaha, yang menunjukkan mayoritas UMKM masih mengandalkan modal pribadi, belum memiliki pencatatan keuangan, serta belum memanfaatkan media sosial maupun Google Maps untuk berjualan. Hal ini menjadi acuan bagi desa untuk mengedepankan program-program tersebut kepada UMKM” ungkap Harits Abdurrahman Aufa, Ketua tim KKNT BOGORKAB42,.

Baja juga:  Berawal dari Gunungan Sampah Bantargebang, Pemuda Bekasi Daur Ulang Limbah Jins Hingga Raup Puluhan Juta dan Tembus Pasar Jepang Serta Inggris

Pengumpulan data primer dilakukan melalui instrumen kuesioner Google Form secara self report, baik secara mandiri maupun melalui pendampingan fasilitator, terhadap 19 (sembilan belas) pelaku UMKM di Desa Puraseda.

Instrumen kuesioner mencakup 20 (dua puluh) indikator variabel, meliputi struktur permodalan, sistem pencatatan keuangan, penetrasi digital, struktur pasar, rantai pasok bahan baku, kendala operasional, hingga kebutuhan pelatihan.

Seluruh data pribadi responden (Personally Identifiable Information), meliputi identitas pemilik, nomor kontak, dan titik koordinat spasial, diklasifikasikan sebagai data konfidensial dan tidak dipublikasikan dalam laporan agregat.

Berdasarkan hasil survei terhadap 19 pelaku UMKM, sebanyak 79% responden (15 dari 19 UMKM) membiayai usaha secara eksklusif menggunakan modal/tabungan pribadi, dengan tingkat penetrasi kredit formal yang sangat rendah.

Baja juga:  Pelaku IKM di Kota Bekasi Perlu Melakukan Sertifikasi HAACP

Sebanyak 53% responden (10 dari 19 UMKM) belum memiliki sistem pencatatan keuangan usaha. Lalu, sebanyak 53% responden belum memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan 63% belum terdaftar pada Google Maps.

Terdapat kendala operasional tertinggi yang dilaporkan adalah tingginya harga bahan baku dan rendahnya volume penjualan, masing-masing dialami oleh 58% responden (11 dari 19 UMKM).

Terakhir, sebanyak 47% responden bergantung pada agen/tengkulak sebagai sumber utama bahan baku, sementara hanya 26% yang memperoleh pasokan dari dalam desa. Selanjutnya, data diolah menjadi laporan untuk tim KKNT BOGOR42 dan infografis “Potret UMKM Desa Puraseda 2026”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *