Venomena.id – Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan upaya untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam kunjungan di sejumlah wilayah di kawasan Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Sabtu 22 Agustus 2026.
Wali Kota mengungkap terkait program Lingkar Keren yang memberikan dukungan sebesar Rp100 juta untuk setiap RW. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat melakukan pembangunan dan penataan lingkungan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
“Bantuan Rp100 juta per RW tersebut telah disalurkan dalam dua tahap. Pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme pengajuan dan dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebagai bagian dari akuntabilitas penggunaan anggaran,” jelasnya.
Lebih jauh, Wali Kota menuturkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menentukan prioritas kebutuhan di lingkungannya.
“Karena itu, Ketua RW diharapkan aktif berkoordinasi dengan Ketua RT, kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya untuk memetakan kebutuhan dan persoalan yang masih ada di lingkungan,” imbuhnya lagi.
“Ketua RW harus mengajak RT, kader Posyandu, PKK, dan seluruh unsur masyarakat untuk duduk bersama. Kita lihat apa yang menjadi kebutuhan paling penting di wilayah masing-masing, sehingga dukungan dari Lingkar Keren benar-benar memberikan manfaat,” tambah Tri Adhianto.
Dalam kesempatan ini, Ia berharap semangat yang terlihat dalam Gebyar Kemerdekaan dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan masyarakat untuk saling membantu, menjaga lingkungan, serta bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lingkungan.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat kebersamaan. Kita rayakan bersama, kita bangun lingkungan bersama, dan ketika ada saudara kita yang sedang mengalami musibah, kita juga ikut peduli,” imbuhnya.(adv)









