HeadlineV Lifestyle

Enam Brand Modest Fashion Perkenalkan Inovasi Produk di Muslim LifeFest 2026

101
×

Enam Brand Modest Fashion Perkenalkan Inovasi Produk di Muslim LifeFest 2026

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Pameran tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga dimanfaatkan brand untuk memperkenalkan produk, memperkuat positioning, membaca respons konsumen, dan membuka peluang pasar baru.

Hal tersebut terlihat dalam Program Launching Produk The 6th Edition Muslim LifeFest 2026 yang menghadirkan enam brand lokal, yakni Sagenza, KALAZA, Afework, Haynè, Muslimadani, dan Fadkhera.

Direktur Utama PT LIMA Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan pameran menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, dan mitra bisnis secara langsung, termasuk melalui peluang business matching.

“Pameran tidak lagi sekadar ruang transaksi. Kami membuka peluang business matching antarpelaku usaha, baik domestik maupun internasional. Ini menjadi nilai tambah bagi brand untuk memperluas jaringan dan menguji produk di pasar nyata,” ujarnya.

Enam Brand, Enam Strategi Sagenza: Abaya Modern dengan Perhatian pada Detail

Sagenza melakukan debut di Muslim LifeFest dengan memperkenalkan koleksi abaya feminin, modern, dan timeless. Brand ini menghadirkan koleksi Zaina, Renabe, Lulu Abaya, dan Jawhara dengan perhatian pada pemilihan material, detail, proses produksi, hingga finishing.

Salah satu koleksinya, Zaina yang banyak mendapatkan perhatian customer, menggunakan material 100 persen Suqro dengan detail bordir manual pada bagian tangan yang hasilnya terlihat lebih flawless dan memiliki karakter tersendiri.

“Kami tidak sekadar membuat produk yang cantik. Setiap detail benar-benar kami pikirkan, mulai dari pemilihan bahan, detail, proses produksi, hingga finishing,” ujar Dhea Annisa, Brand Owner Sagenza.

Sagenza juga menerapkan limited production untuk menjaga kualitas setiap produknya. Sebagai bagian dari momentum launching, Sagenza menawarkan promo hingga 25 persen selama Muslim LifeFest. 

KALAZA: Busana Syari untuk Perempuan Modern

KALAZA untuk pertama kalinya tampil di Muslim LifeFest dengan memperkenalkan lima koleksi abaya, yaitu Arabelle, Naisha, Fiora, Ameena, dan Safiya.

Brand ini mengusung busana syari dengan potongan longgar yang tetap elegan, modern, dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas perempuan masa kini.

“Kami ingin menghadirkan busana syari yang tetap mengikuti prinsip syariat Islam, namun tetap modern, nyaman, dan mudah dipakai di berbagai kesempatan. Muslim LifeFest menjadi ruang bagi kami untuk memperkenalkan perspektif tersebut,” ujar Elma, Designer KALAZA.

Afework: Jubah Modern untuk Generasi Muda

Afework menyasar generasi muda melalui Qaseer Thobe, termasuk koleksi terbaru dengan model lengan pendek. Brand ini ingin menghadirkan jubah dengan desain modern yang tetap relevan dengan gaya hidup pria muda.

Afework mengambil inspirasi dari jubah Timur Tengah, namun menyesuaikan cutting dengan karakter tubuh masyarakat Indonesia. Material yang digunakan juga disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas dan iklim.

“Pastinya yang pertama adalah desain. Kami ingin memastikan desain dan look-nya tetap keren. Kami ingin bagaimana caranya supaya anak muda tetap percaya diri memakai jubah,” ujar Mujahid Bina Al Fikri, Owner Afework.

Afework berharap jubah dapat semakin diterima sebagai bagian dari busana sehari-hari, bukan hanya untuk kegiatan keagamaan. Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp 349 ribu. Selama Muslim LifeFest ditawarkan harga spesial, khususnya untuk yang kuantiti banyak, harga bisa lebih murah.

Haynè: Menggabungkan Kenyamanan dan Elegansi

Haynè memperkenalkan modest wear yang menggabungkan kenyamanan dan elegansi. Ide pengembangan produknya berangkat dari pengalaman personal Founder Haynè, Hani Winarti, dalam mencari pakaian yang tidak hanya terlihat indah, tetapi juga nyaman digunakan.

Pengembangan produk dilakukan melalui riset material selama hampir satu tahun. Pengalaman menggunakan abaya saat perjalanan umrah juga menjadi salah satu inspirasi dalam menciptakan produk yang ringan, lembut, tidak mudah membuat gerah, dan nyaman untuk mobilitas.

“Saya sering menemukan pakaian yang cantik tetapi tidak nyaman, atau pakaian yang nyaman tetapi kurang merepresentasikan diri sendiri. Kemudian saya berpikir, kenapa sesuatu yang nyaman tidak bisa tetap terlihat elegan?” ujar Hani Winarti, Founder Haynè.

Haynè menghadirkan abaya dan outer yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk perjalanan umrah dan kegiatan sehari-hari.

 

Baja juga:  Terlihat Awet Muda, Elma Theana Rutin Lakukan ini Untuk Jaga Kecantikan Tubuh dan Wajah

Fadkhera: Rebranding untuk Menjawab Kebutuhan Konsumen

Fadkhera membawa strategi rebranding melalui Alzam Coolfeel Tech, T-shirt yang dikembangkan dengan teknologi Coolfeel untuk memberikan rasa sejuk serta fitur stretchy yang mendukung fleksibilitas bergerak.

Selain melakukan pengembangan produk, Fadkhera kini memiliki portofolio yang semakin beragam, mulai dari celana, jubah, kaos, peci, hingga sarung.

“Untuk latar belakang Fadkhera sendiri, kami ikut meramaikan acara Muslim Life Fair sejak pertama kali berdiri dan berusaha memajukan UMKM dari Jogja. Namun sekarang produk kami sudah semakin meluas,” ujar Reza, perwakilan Fadkhera.

Melalui keikutsertaan secara konsisten di berbagai event halal, Fadkhera terus memperluas pasar sekaligus memperkenalkan perkembangan produk secara langsung kepada konsumen.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Fadkhera menargetkan transaksi sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Kehadiran Fadkhera secara konsisten di berbagai event halal menjadi bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus memperkenalkan perkembangan produk kepada konsumen secara langsung.

 

Baja juga:  Festival Tumpeng Nusantara 2025, Upaya Lestarikan Warisan Budaya Luhur Keragaman Kuliner Tanah Air

Muslimadani: Inovasi Material dan Koleksi Baru

Muslimadani, brand fashion Muslim pria yang telah berdiri sejak 2007, memperkenalkan sejumlah produk baru di Muslim LifeFest sebelum dipasarkan secara lebih luas secara online.

Salah satunya adalah baju koko bordir dengan pengembangan material yang tetap berbasis katun, namun memiliki karakter lebih adem dan lebih mudah dirapikan. Muslimadani juga terus mengembangkan pilihan warna dan detail bordir sesuai tren fashion Muslim pria.

“Setiap mengeluarkan produk baru, ada inovasi yang dihadirkan. Kami terus melakukan inovasi, termasuk dari sisi material,” ujar Elyse Meirisya, Owner Muslimadani.

Selain baju koko, koleksi seperti jubah oversize dan sirwal juga menjadi bagian dari produk yang terus dikembangkan untuk menjawab perubahan preferensi konsumen.

Pameran sebagai Ruang Pertumbuhan Brand

Kehadiran enam brand tersebut menunjukkan beragam strategi pelaku modest fashion dalam memanfaatkan pameran. Bagi brand baru, pameran menjadi momentum untuk membangun pengenalan pasar dan memperkenalkan identitas brand. Sementara bagi brand yang telah lebih lama berkembang, pameran menjadi sarana memperkenalkan inovasi, koleksi baru, dan memperkuat positioning.

Interaksi langsung dengan konsumen juga memberikan kesempatan bagi brand untuk melihat respons pasar terhadap desain, material, fungsi, dan produk yang mereka hadirkan.

The 6th Edition Muslim LifeFest 2026 berlangsung di Hall 9 dan 10 ICE BSD City pada 28–30 Agustus 2026, pukul 10.00–21.00 WIB. Pameran ini digelar bersamaan dengan Jakarta Halal Expo & Conference sebagai platform B2B bagi pelaku usaha halal, serta PULDAPII Muslim Edufest yang menghadirkan lebih dari 65 pesantren dan sekolah Islam dari berbagai daerah. Kolaborasi ketiga agenda tersebut memperluas ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, mitra bisnis, konsumen, dan institusi pendidikan. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara menargetkan sekitar 45.000 pengunjung selama tiga hari, dengan tiket masuk seharga Rp40.000.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *