Venomena.id – Idul Adha tahun ini menjadi momentum kebersamaan dan berbagi yang penuh makna, khususnya di lingkungan Yayasan Salman dan Garuda Biru Indonesia. Melalui inisiatif Gerakan Dapur Indonesia, warga sekitar, anak yatim, serta para relawan merasakan kebahagiaan lewat pembagian daging kurban secara merata.
Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia, Novalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
“Semua ini kami lakukan guna berbagi dengan semangat Idul Adha, kami ingin berbagi rahmat dan keberkahan. Kami ingin anak yatim, warga kurang mampu, dan masyarakat sekitar juga bisa menikmati makanan bergizi dari daging sapi, kambing, maupun domba,” tutur Novalia pada awak media di lokasi Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, Jum’at (6/6).
Dalam kegiatan kurban kali ini, panitia menyembelih 10 ekor sapi dan 20 ekor kambing/domba. Pembagian dilakukan secara adil untuk para warga di sekitar lokasi, terutama mereka yang membutuhkan.
“Kita sesuaikan jumlah daging dengan jumlah hewan yang ada. Jadi pembagian dilakukan merata. Selain dibagikan, sebagian daging juga dimasak langsung di dapur, dan kita makan bersama dengan warga, termasuk anak-anak yatim,” lanjut Novalia.
Dapur Umum Serentak di Seluruh Indonesia
Uniknya, kegiatan ini tak hanya dilakukan di satu titik. Gerakan Dapur Indonesia digelar serentak di seluruh Indonesia, dengan pelibatan dapur-dapur rumah makan, restoran, bahkan hingga dapur rumah tangga, dari rumah mewah sampai RSSS (rumah sangat sederhana sekalipun) yang berada dibawah naungan Yayasan Salman dan Garuda Biru Indonesia.
Bekasi menjadi salah satu titik pusat kegiatan karena lokasi yang luas yang sekaligus menjadi lokasi dapur utama Gerakan Dapur Indonesia. Di wilayah ini saja, tercatat ada empat dapur aktif di bawah Yayasan Salman dan Garuda Biru Indonesia.
“Kami punya sekitar 17 dapur relawan, 8 di antaranya berada di Jakarta. Setiap dapur rata-rata melibatkan 50 orang. Termasuk warga sekitar jadi total penerima manfaat bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang,” jelas Novalia.
Dukungan Moral dan Apresiasi
Meski inisiatif ini digagas secara mandiri, Ketua Umum menyebut adanya dukungan dari sejumlah tokoh termasuk dari Suardi Samiran, Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional. Meski tidak langsung dari instansi, keterlibatan mereka menunjukkan perhatian terhadap misi sosial ini.
Sebagai ungkapan dari realisasi program makanan bergizi gratis yang digagas pemerintah, Kepala SPPG Ahmad Rifansyah mengapresiasi dan berharap kegiatan akan dapat terus berlangsung pada tahun mendatang.
“Kami ucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian dan bantuan. Baik pribadi maupun relawan kami sangat terbantu. Semoga jadi berkah dan kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Semangat Kurban, Semangat Berbagi
Kegiatan kurban kali ini bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi tentang menebarkan kasih sayang dan solidaritas kepada sesama. Gerakan Dapur Indonesia membuktikan bahwa dapur sebuah tempat sederhana bisa menjadi sumber kebaikan yang menyebar luas, dari rumah ke rumah, dari hati ke hati.









