V News

Luapan Kali Cikeas Rendam Ratusan Makam di TPU Jatisari Bekasi

396
×

Luapan Kali Cikeas Rendam Ratusan Makam di TPU Jatisari Bekasi

Sebarkan artikel ini

Venomena.id, Bekasi – Ratusan makam di Tempat Pemakaman Umum Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi ludes terendam banjir luapan Kali Cikeas kiriman dari banjir Bogor.

Kepala UPTD TPU Jatisari, Roy Sadaralam mengungkapkan bahwa banjir yang merendam makam di Maret 2025 ini merupakan yang terparah dari sebelumnya. Diketahui makam Jatisari yang berada tepat di tepi aliran Kali Cikeas yang melintas di Jatiasih kerap menjadi langganan banjir.

“Biasanya setiap tahun terkena banjir memang, tapi hanya sebatas 1 sampai 3 blok makam saja. Tapi kali ini paling parah, terhitung 13 blok makam terendam,” ujar Roy pada pewarta, Senin 3 Maret.

Diketahui makam TPU Jatisari berada di tepi Kali Cikeas dengan luas 1,5 hektar. Dari pantau lapangan sedikitnya 1 hektar areal makam terendam banjir. Dari empat tingkatan ketinggian tanah di areal makam, genangan air telah merangsak pada tingkatan tiga areal makam.

Baja juga:  Kerap Banjir, Pemkot Bekasi Didesak Segera Normalisasi Kali Bancong

“Air sebenarnya udah dari tengah malam masuk tapi hanya sedikit. Puncaknya mulai dari pukul 06.00 tadi pagi, air meluap hingga setinggi 70 – 80 centimeter,” papar Roy.

Air yang tinggi sontak membuat ratusan makam terendam. Membuat makam diduga banyak mengalami kerusakan, khususnya makam baru yang belum sempat dibangun.

“Banyak yang rusak, apalagi makam baru. Saya yakin makam yang hanya baru dipatok juga pasti banyak yang hilang patoknya,” jelas Roy.

Kejadian ini membuat keluarga para penghuni makam berdatangan untuk memastikan kondisi makam keluarga masing-masing. Karena kerap banjir hingga menjadi pemandangan yang biasa. Namun kali ini banjir mengenang parah hampir 3/4 areal makam.

Baja juga:  Diduga Sarat Kepentingan, Pj Wali Kota Bekasi Giring Anggota DPRD dengan Balutan Berbuka Puasa

“Anak saya dimakamkan di sini sejak 2 tahun lalu. Beberapa saudara juga ada. Dari sebelumnya ini terparah. Ya mesti gimana lagi namanya juga banjir kiriman. Namun saya mohon perhatiannya dari pemerintah atas hal ini,” ujar Diliana, warga keluarga penghuni makam, sambil tak kuasa menahan air mata.

Baik UPTD maupun warga keluarga penghuni makam berharap pemerintah daerah dan provinsi memberikan perhatian khusus dan konkrit, berupa pembangunan tanggul disepanjang kali cikeas agar bajir di makam tak terus terulang lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *