V News

Kemenaker Targetkan Lulusan Vokasi Siap Serap Industri, 50 Persen Peserta Sudah Punya Jaminan Kerja

97
×

Kemenaker Targetkan Lulusan Vokasi Siap Serap Industri, 50 Persen Peserta Sudah Punya Jaminan Kerja

Sebarkan artikel ini
Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan lulusan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 mampu langsung terserap di dunia industri, sebanyak 50 persen peserta batch pertama sudah memiliki jaminan penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan

Venomena.id – Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan lulusan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 mampu langsung terserap di dunia industri. Bahkan, sebanyak 50 persen peserta batch pertama sudah memiliki jaminan penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, pelatihan vokasi tidak hanya memberikan sertifikat pelatihan, tetapi juga sertifikat kompetensi dari BNSP yang menjadi bukti kemampuan peserta di mata industri.

Ia menegaskan bahwa saat ini persaingan kerja semakin ketat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Negara-negara seperti Jepang, Amerika, dan Eropa juga menghadapi tantangan serupa dalam ketersediaan lapangan kerja.

Baja juga:  Kejagung Terus Usut Dugaan Penyalahgunaan Konsesi Ruas Tol Milik Konglomerat Jusuf Hamka

“Sekarang dunia kerja semakin kompetitif. Karena itu, yang dicari industri adalah kompetensi. Siapapun yang memiliki kemampuan dan sertifikat kompetensi akan lebih mudah masuk ke dunia kerja,” ujarnya, Rabu (8/4), Cevest Kota Bekasi.

Program pelatihan vokasi juga dirancang agar semakin dekat dengan kebutuhan industri, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Kemenaker juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara seperti Jepang, Australia, Korea, dan negara Timur Tengah untuk penempatan tenaga kerja Indonesia.

Saat ini, program magang ke Jepang menjadi salah satu yang paling berjalan, dengan rata-rata 20 ribu peserta per tahun. Model kerja sama ini akan menjadi acuan untuk negara lain.

Baja juga:  Sejumlah Saksi Partai Duga Banyak Terjadi Praktek Curang, Ketua KPUD Jakarta Timur Pilih ke Kamar Kecil Lalu Kabur Menghindari Media

Selain kompetensi teknis, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama tim, negosiasi, dan presentasi agar lebih siap menghadapi dunia kerja.

Kemenaker menilai setiap tahun terdapat sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru di Indonesia, sehingga kolaborasi dengan dunia industri menjadi kunci untuk menyerap tenaga kerja secara maksimal.

“Target besar kita adalah pelatihan vokasi semakin dekat dengan industri, sehingga lulusan bisa langsung bekerja. Tagline kita jelas, maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tegas Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *