Gebrakan Deatextile pada open warehouse 3.0 di Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat mendapat antusiasme customer dengan merespon positif.
Pemilik Deatextile, Adwil Yusuf mengatakan, kegiatan textile trade event mendapat respon positif dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, pemilik usaha fesyen, desainer hingga pelaku industri kreatif.
“Alhamdulillah, semua customer dari Sabang – Merauke, kita undang pada acara open warehouse 3.0 Deatextile, tentunya kita menciptakan suasana baru dan berbeda dari tekstil industi lain yang umumnya hanya menunggu market visit. Tapi, kita melihat potensi market ke depan (jangka panjang). Harapannya, tentu menciptakan inovasi yang berbeda sebelumnya menjadi market leader di industri fesyen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).
Dalam open warehouse 3.0 Deatextile, lanjut Adwil Yusuf, pihaknya memiliki tim Research and Development (R&D) yang mengurasi setiap tekstil dengan inovasi, dan kualitas yang baik.
“Kami memiliki tim R&D yang bertanggung jawab pada quality control, hingga finished good produk yang benar-benar double cek. Sehingga customer sangat dimudahkan untuk memilih berbagai koleksi produk tekstil secara langsung,” jelasnya.
Terkait trend motif fesyen, Adwil Yusuf menjelaskan bahwa motif yang sedang trend masih ke arah midle east tapi mengarah syar’i namun modest.
“Tapi kami melihat lagi suasana market pasca lebaran, semua sudah ke daily ready to wear. Di sini kami juga bisa menyesuaikan request customer dengan motifnya sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Sudis Nakertransgi Jakarta Barat, Aditya mengatakan industri terdiri dari usaha kecil, mikro, menengah, dan besar.
“Kalau melihat dari skalanya, industri itu dibedakan dalam skala mikro, kecil, menengah dan besar. Saya melihat di sini, pelaku usahanya mikro, kecil dan menengah. Skalanya masih industri rumahan (home industri), belum secara masif industri,” ujarnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan Deatextile, setidaknya menjadi salah satu upaya pengembangan produk pelaku usaha fesyen mikro, kecil dan menengah dalam meningkatkan omset.
“Ini yang patut diapresiasi, tentunya kami dari Pemkot Jakarta Barat siap berkolaborasi dan bekerjasama dalam peningkatan produksi pelaku usaha fesyen,” pungkasnya.








