V News

Kerja Sama dengan Tiongkok Masih Penjajakan, Bekasi Dituntut Pastikan Manfaat bagi Pengusaha Lokal

77
×

Kerja Sama dengan Tiongkok Masih Penjajakan, Bekasi Dituntut Pastikan Manfaat bagi Pengusaha Lokal

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Pemerintah Kota Bekasi membuka peluang kerja sama dengan delegasi Tiongkok di bidang ekonomi digital, investasi, perdagangan hingga pengelolaan limbah cair. Namun, penjajakan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan agenda konkret agar tidak berhenti sebatas pertemuan dan pertukaran gagasan, melainkan benar-benar membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Penjajakan itu berlangsung dalam pertemuan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi lintas sektor sekaligus upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah, organisasi dunia usaha, dan calon mitra bisnis dari Tiongkok.

Tri Adhianto menyambut baik kunjungan delegasi tersebut. Ia menilai, kolaborasi dengan mitra internasional dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan potensi ekonomi Kota Bekasi, terutama melalui investasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan dunia usaha.

“Kota Bekasi memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami terbuka terhadap peluang kerja sama yang dapat mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, menghadirkan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Tri.

Baja juga:  Gawat Gedung Pemuda KNPI DKI Dikepung Satpol PP dan Dispora, Forum Tokoh OKP Kecam Keras Aksi Arogan Aparat

Menurut dia, peluang kerja sama dapat diarahkan pada sejumlah sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Di antaranya ekonomi digital, pemanfaatan teknologi, kesehatan, pengelolaan limbah cair, serta penguatan ekosistem usaha lokal.

Meski demikian, realisasi kerja sama tersebut masih memerlukan tindak lanjut. Identifikasi sektor potensial perlu disertai pemetaan kebutuhan daerah, kesiapan mitra, serta kejelasan bentuk kolaborasi agar manfaat yang dijanjikan dapat diukur.

Pemerintah Kota Bekasi juga menempatkan dunia usaha sebagai bagian penting dalam membangun hubungan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan perusahaan asing, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh kesempatan memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, dan terlibat dalam rantai pasok industri.

Dalam proses itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi menyatakan kesiapan mengambil peran sebagai penghubung antara calon mitra dari Tiongkok dan pengusaha setempat.

Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar, yang akrab disapa QRS, mengatakan organisasinya siap membantu memetakan pelaku usaha berdasarkan sektor dan kebutuhan bisnis masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih terarah.

“Kami melihat peluang untuk membangun kemitraan yang lebih terarah antara perusahaan dari Tiongkok dan pengusaha di Kota Bekasi. Kadin siap membantu memetakan pelaku usaha yang relevan, membuka komunikasi antarmitra, serta mendorong agenda business matching agar penjajakan ini memiliki tindak lanjut yang jelas,” kata Ruslan.

Baja juga:  Nusron Wahid Bungkam Soal Isu Reshuffle, Celios: Nama Ketua Umum Golkar Masuk Daftar Menteri Terancam Diganti

Ia menambahkan, keterlibatan pengusaha lokal perlu menjadi perhatian dalam setiap peluang kerja sama yang dikembangkan. Pelaku usaha Kota Bekasi diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berkesempatan menjadi mitra bisnis, pemasok barang dan jasa, distributor, maupun bagian dari pengembangan kapasitas industri sesuai kebutuhan dan kelayakan kerja sama.

Pembagian peran antara pemerintah daerah dan Kadin dinilai penting untuk menjembatani kepentingan calon investor dengan kebutuhan dunia usaha lokal. Pemerintah dapat memfasilitasi sesuai kewenangannya, sedangkan Kadin membantu mempertemukan perusahaan yang memiliki peluang untuk saling bekerja sama.

Namun, hingga pertemuan tersebut, belum ada rincian mengenai nilai investasi, perusahaan yang akan terlibat dalam proyek tertentu, maupun target waktu realisasi kerja sama yang disampaikan dalam keterangan tersebut.

Karena itu, tindak lanjut berupa pemetaan sektor prioritas, agenda business matching, serta kejelasan peluang bagi pengusaha lokal menjadi penting untuk memastikan penjajakan dengan delegasi Tiongkok menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi Kota Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *