V Edu

Satgas Pilah Sampah Kedoya Selatan Gerak Cepat Edukasi ke Warga

85
×

Satgas Pilah Sampah Kedoya Selatan Gerak Cepat Edukasi ke Warga

Sebarkan artikel ini
oppo_2

 

Satuan Tugas (Satga) pah sampah Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk terus berupaya memasifkan gerakan pemilahan sampah dari sumber untuk meningkatkan upaya penyiapan prasarana pada tingkat RT dan RW, Kelurahan Kedoya Selatan.

Satgas Pilah Sampah terdiri dari jajaran ASN dan PJLP Kelurahan untuk memastikan gerakan pengelolaan sampah dari sumber di tiap RW maksimal.

Lurah Kedoya Selatan, Anto mengatakan, Satgas yang dibentuk itu tediri dari 5 unit tim. Masing-masing tim Satgas diberikan tanggung jawab melakukan monitoring, pendampingan dan mengakselarasi gerakan pemilahan sampah di tiap RW.

“Keseluruhannya di wilayah Kedoya Selatan ada 5 RW. Jadi setiap tim Satgas yang beranggotakan 4-5 orang itu bertanggung jawab terhadap 1 RW,” katanya, Kamis (11/6).

Dilanjutkan Anto, para anggota Satgas itu tediri dari gabungan ASN dan PJLP yang ada di tingkat kelurahan. Koordinator masing-masing tim Stagas itu dipimpin oleh Sekretaris Kelurahan hingga para Kepala Seksi di kelurahan.

Baja juga:  Tegas, Sejumlah Kampus Ternama Korea Selatan Tolak Pelajar Yang Punya Masalah Indisipliner Saat SMA

Secara teknis, setiap hari mereka akan melakukan monitoring dan berbagai aktifitas pendampingan terhadap warga di setiap RW sesuai penugasan. Aktifitas tim Satgas itu akan dilaporkan secara digital dalam form bytly yang telah disiapkan.

Dijelaskan Anto, para anggota Satgas itu akan berkordinasi danendorong seluruh kader Dasawisma, PKK, bersama jajaran RT/RW untuk melakukan edukasi serta gerakan memilah sampah kepada warga. Sehingga nantinya diharapkan Anto, pemilihan sampah bisa massif menjadi gerakan di seluruh RW se-Kelurahan Kedoya Selatan.

Tidak hanya mendorong kegiatan bank sampah untuk mengurangi sampah an organik di lingkungan, Anto mengatakan pihaknya telah membangun sejumlah lubang biopori untuk menampung sampah organik di sejumlah lokasi. Selain itu, Ia juga mendorong masyarakat untuk memiliki wadah komposter cari dari bahan galon air bekas di setiap rumah.

Baja juga:  Poros Muda NU Kecam Tata Kelola KDMP dan Sekolah Rakyat, Kejagung Harus Bertindak

Wadah itu diperuntukkan bagi sampah organik limbah memasak di rumah. Pemilihan wadah komposter cair menggunakan galon air bekas itu menurut Anto, merupakan opsi paling logis di tengah lingkungan permukiman warga Kedoya Selatan yang padat.

“Nanti Kami dari kelurahan kalau dibutuhkan bisa membantu menyiapkan prasarannya berikut tenaga untuk membua,” tegasnya.

Ketua TP PKK RW 03 Kelurahan Kedoya Selatan, Leni menyambut baik dan mengapresiai inisiasi dari jajaran kelurahan. Selama ini, pihaknya terus berupaya mengedukasi warga dengan melakukan sosialisasi dan menggencarkan gerakan pilah sampah di wilayahnya.

“Alhamdulillah warga sekarang sudah mulai ada yang mengerti dan mulai memilah sampah mereka. Kalau dulu warga mana paham yang sampah organik dan anorganik organik seperti apa,” tandasnya. (Sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *