V News

Gelar Batik Bekasi Sentuh Generasi Muda

59
×

Gelar Batik Bekasi Sentuh Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Sorot lampu panggung mulai menyala ketika satu per satu finalis Putra-Putri Bhagasasi 2026 melangkah percaya diri di Atrium Utama Grand Metropolitan Mall, Kota Bekasi, Sabtu (5/9) malam. Di balik kemeriahan ajang tersebut, perhatian pengunjung justru tertuju pada busana yang mereka kenakan. Kain-kain batik khas Bekasi dengan warna-warna cerah dan motif yang sarat cerita menjadi pusat perhatian, seolah mengingatkan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan.

Malam grand final itu bukan hanya menjadi ajang pemilihan duta muda. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang promosi bagi para pengrajin batik lokal sekaligus upaya mendekatkan batik kepada generasi muda.

Beragam motif batik dipamerkan di atas panggung. Ada motif yang terinspirasi dari flora dan fauna, sejarah, hingga budaya lokal Bekasi. Di antara sekitar 12 pakem batik Bekasi, penggunaan warna-warna terang dan mencolok menjadi identitas yang membedakannya dari batik daerah lain.

Ketua Yayasan Aspirasi Patriot Bangsa, Arspira, mengatakan pihaknya sengaja menjadikan batik sebagai tema utama dalam ajang Putra-Putri Bhagasasi. Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi para pengrajin bukan lagi pada kualitas produk, melainkan promosi.

“Pengrajin batik Bekasi memiliki karya yang sangat baik, tetapi masih membutuhkan dukungan dalam memperluas pemasaran. Karena itu kami ingin generasi muda ikut menjadi promotor, membuat konten, memberikan ulasan, hingga membantu memperkenalkan batik Bekasi melalui media digital,” ujarnya.

Baja juga:  Nikita Mirzani Bersama Asistennya Ditetapkan Tersangka Oleh Polda Metro Jaya

Ia menilai, anak-anak muda memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga dapat menjadi jembatan antara pengrajin dan pasar yang lebih luas. Tidak hanya memperkenalkan batik kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Menurut Arspira, para finalis Putra-Putri Bhagasasi juga tidak berhenti menjalankan peran setelah malam penobatan. Mereka akan mendapatkan pembinaan selama satu tahun melalui berbagai program advokasi dan disesuaikan dengan minat maupun bakat masing-masing. Sebagian di antaranya akan mewakili Kota Bekasi pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.

Komitmen serupa juga disampaikan Ketua DPC Gekrafs Kota Bekasi, drg. Siska A. Yofthie. Ia mengatakan, kegiatan yang melibatkan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diperluas agar potensi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Anak muda harus diberi ruang untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan gagasan mereka. Dengan dukungan pemerintah serta pelaku ekonomi kreatif, mereka tidak hanya bisa berprestasi, tetapi juga ikut menggerakkan potensi daerah, termasuk memperkenalkan batik Bekasi ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baja juga:  Penyidik PPA PPO Polda Metro Jaya Tangani Kasus ST Rogaya, Kuasa Hukum Nilai Sarat Kejanggalan

Harapan itu turut diamini Gyshella Amelia Firdaus yang malam itu terpilih sebagai Putri Bhagasasi 2026. Bagi mahasiswi tersebut, setiap motif batik Bekasi menyimpan cerita yang layak dikenalkan kepada masyarakat luas.

“Setiap batik memiliki ciri khas, mulai dari flora, fauna, sejarah hingga budaya. Semua itu bisa dikreasikan menjadi busana yang modern tanpa menghilangkan identitasnya,” katanya.

Bersama Syufi yang terpilih sebagai Putra Bhagasasi 2026, Gyshella diharapkan menjadi wajah baru promosi batik Bekasi di kalangan generasi muda. Peran mereka tidak hanya sebagai duta, tetapi juga penggerak kolaborasi dengan komunitas, pelaku UMKM, hingga industri kreatif.

Di tengah derasnya tren fesyen modern, batik Bekasi kini mencoba menemukan jalannya sendiri. Melalui sentuhan kreativitas anak muda, selembar kain tak lagi hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal.

Harapannya sederhana, namun bermakna besar, batik Bekasi tidak hanya dipamerkan di atas panggung atau dikenakan pada acara seremonial, melainkan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Ketika semakin banyak orang mengenakannya, roda ekonomi para pengrajin, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif pun akan terus berputar, membawa batik Bekasi melangkah lebih jauh hingga dikenal di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *