Venomena.id – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memasuki babak baru. Fajar Sodiq resmi ditetapkan sebagai calon kepala desa dan memperoleh nomor urut 04 dalam pengundian yang digelar panitia.
Penetapan tersebut menjadi titik awal bagi Fajar untuk menawarkan gagasan perubahan kepada masyarakat. Di tengah tuntutan warga terhadap tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel, ia mengusung visi membangun pemerintahan yang jujur, adil, transparan, inovatif, dan profesional.
Menurut Fajar, keputusannya maju dalam Pilkades bukan sekadar mengikuti kontestasi politik desa, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Sumberjaya.
“Yang utama adalah pengabdian untuk Desa Sumberjaya. Ini juga menjadi bagian dari aktualisasi diri untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Fajar usai penetapan calon dan pengundian nomor urut, Rabu (9/9).
Ia menilai pemerintahan desa harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi warga, serta optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Namun, di antara berbagai program yang ditawarkan, komitmen terhadap keterbukaan informasi menjadi salah satu poin yang paling disorot. Fajar berjanji, apabila terpilih, seluruh informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa akan disampaikan secara terbuka dan mudah diakses masyarakat.
“Ke depan kami ingin menghadirkan pemerintahan yang informatif. Masyarakat berhak mengetahui setiap program dan kegiatan pemerintah desa,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berencana memanfaatkan teknologi digital sebagai media penyebaran informasi. Selain itu, papan informasi akan dipasang di sejumlah titik strategis agar warga yang belum mengakses layanan digital tetap memperoleh informasi terkait program maupun penggunaan anggaran desa.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.
Menghadapi Pilkades, Fajar juga memasang target perolehan suara sekitar 50 persen dari total Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diperkirakan mencapai 62 ribu pemilih.
Meski optimistis, ia berharap persaingan Pilkades berlangsung sehat dan menjadi ruang adu gagasan, bukan sekadar perebutan suara. Fajar pun mengajak masyarakat memilih pemimpin berdasarkan visi, program, dan rekam gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Silakan pilih calon yang visioner, yang memiliki program nyata dan tahu apa yang harus dikerjakan ketika diberi amanah memimpin desa,” pungkasnya.
Kini, setelah nomor urut telah ditetapkan, seluruh janji dan visi yang disampaikan para kandidat menjadi perhatian publik. Bagi warga Sumberjaya, Pilkades bukan hanya memilih figur, tetapi juga menentukan arah pemerintahan desa lima tahun ke depan apakah benar mampu menghadirkan tata kelola yang lebih terbuka, atau sekadar menjadi janji yang kembali menguap setelah pesta demokrasi usai.









