V News

Kadin Bekasi Buka Pintu ke Uzbekistan, Warga Menunggu Beasiswa dan Lapangan Kerja Nyata

115
×

Kadin Bekasi Buka Pintu ke Uzbekistan, Warga Menunggu Beasiswa dan Lapangan Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Penjajakan kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi dengan Pemerintah Regional Syrdarya, Uzbekistan, mulai menyentuh sejumlah kepentingan yang lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya soal kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi, tetapi juga peluang beasiswa hingga akses kerja bagi tenaga lokal Kota Bekasi.

Namun, di tengah berbagai peluang yang dibicarakan, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertemuan dan pertukaran gagasan.

Hal itu mengemuka saat Kadin Kota Bekasi menerima kunjungan Nakhalboev Nodirbek, Penasihat Pimpinan Daerah Bidang Digitalisasi dan Pengembangan AI Administrasi Regional Syrdarya, Republik Uzbekistan, di Kantor Kadin Kota Bekasi, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, investasi, teknologi digital dan AI. Pembicaraan kemudian melebar ke pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, beasiswa, UMKM serta peluang tenaga kerja Kota Bekasi untuk mendapatkan kesempatan bekerja di Uzbekistan.

Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar mengatakan, kerja sama internasional harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Menurut dia, Kota Bekasi memiliki modal berupa pasar yang besar, pelaku usaha yang dinamis serta generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi.

“Uzbekistan saat ini sedang agresif membangun ekosistem digital dan AI, sementara Kota Bekasi punya pasar yang besar, pelaku usaha yang dinamis, dan talenta muda yang melek teknologi. Ini titik temu yang sangat potensial,” ujar Qadar.

Menurutnya, peluang yang dibahas tidak boleh berhenti pada pertukaran pengetahuan dan teknologi. Kadin juga ingin membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa serta akses bagi tenaga kerja lokal untuk mengisi kebutuhan pekerjaan di Uzbekistan.

Baja juga:  Bendera Berkibar Dilangit Inggris, Palestina Resmi Buka Kedutaan di London

“Yang kami inginkan adalah kerja sama yang konkret. Ada peluang pendidikan melalui beasiswa, ada pengembangan talenta digital, dan kalau memungkinkan tenaga kerja kita juga bisa mendapatkan akses untuk bekerja di Uzbekistan. Jadi manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Peluang tersebut tentu menjadi menarik bagi Kota Bekasi yang memiliki jumlah penduduk besar dan angkatan kerja yang membutuhkan semakin banyak pilihan untuk meningkatkan kompetensi maupun mendapatkan akses pekerjaan.

Tetapi, sejauh ini seluruh peluang tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Belum ada rincian mengenai bentuk program, jumlah beasiswa, bidang pekerjaan yang tersedia maupun mekanisme penempatan tenaga kerja.

Di titik inilah tindak lanjut menjadi penting. Sebab, kerja sama internasional tidak cukup hanya menghasilkan pertemuan, rencana kunjungan atau kesepakatan di atas kertas. Ukurannya justru berada pada seberapa jauh hasil pembicaraan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang bisa diakses masyarakat.

Nakhalboev sendiri menyambut positif pertemuan dengan Kadin Kota Bekasi. Kedua pihak mengeksplorasi sejumlah sektor yang dinilai berpotensi dikembangkan, mulai dari digitalisasi dan AI, pengembangan talenta, pendidikan dan beasiswa, ketenagakerjaan, UMKM, investasi hingga kerja sama ekonomi.

Qadar mengatakan Kadin Kota Bekasi siap menjadi penghubung antara dunia usaha, pemerintah dan mitra internasional. Menurutnya, kolaborasi dengan Syrdarya juga sejalan dengan upaya mendorong Kota Bekasi menjadi kota yang modern dan berdaya saing.

Baja juga:  Diduga Langgar Hak Cipta, Polda Metro Akan Panggil Pedangdut Lesti Kejora

“Ini sejalan dengan visi Pak Wali Kota Tri Adhianto untuk mendorong Kota Bekasi menjadi kota yang maju, modern dan berdaya saing. Kadin Kota Bekasi ingin membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, tetapi hasil akhirnya harus bisa diterjemahkan menjadi program yang nyata dan terukur,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kadin Kota Bekasi berencana melakukan kunjungan balasan ke Syrdarya pada akhir tahun 2026. Kunjungan itu akan dimanfaatkan untuk melihat langsung perkembangan ekosistem digital dan ekonomi di wilayah tersebut sekaligus mematangkan peluang kerja sama.

“Insyaallah akhir tahun nanti kami akan melakukan kunjungan balik ke Syrdarya. Kami ingin melihat langsung ekosistem yang mereka bangun, sekaligus membawa potensi Kota Bekasi agar kerja sama ini bisa segera dieksekusi,” pungkas Qadar.

Kini, bola berada pada tahap tindak lanjut. Warga tentu tidak hanya membutuhkan kabar tentang peluang kerja sama dengan negara lain. Mereka membutuhkan hasil yang nyata: berapa beasiswa yang bisa diperoleh, kompetensi apa yang akan dikembangkan, pekerjaan apa yang tersedia, dan siapa saja warga Kota Bekasi yang nantinya bisa mengakses peluang tersebut.

Jika mampu diwujudkan, penjajakan dengan Syrdarya bukan sekadar hubungan dagang dan teknologi. Kerja sama itu bisa menjadi pintu baru bagi anak muda Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan, keterampilan dan kesempatan kerja di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *