V News

Air Tak Layak, Biaya Rumah Tangga Membengkak karena Warga Terpaksa Beli Air Bersih

86
×

Air Tak Layak, Biaya Rumah Tangga Membengkak karena Warga Terpaksa Beli Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Air PDAM yang keruh bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menambah beban pengeluaran keluarga. Sejumlah pelanggan di Bekasi kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih, sementara tagihan PDAM tetap harus dibayar setiap bulan.

Keluhan tersebut dirasakan warga Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor V, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, serta pelanggan di wilayah Bekasi Utara. Air yang mengalir dari keran dilaporkan berubah keruh, kecoklatan bahkan cenderung hitam hingga berbau sehingga dinilai tidak layak digunakan untuk memasak maupun kebutuhan konsumsi.

Seorang warga Pondok Ungu Permai Sektor V, Dedi (41), mengaku keluarganya terpaksa membeli air galon setiap hari sejak kualitas air PDAM memburuk.

Baja juga:  2 Pekerja Tewas Polisi Periksa 4 Saksi, Pihak Mall Pakuwon Bekasi Enggan Berikan Klarifikasi Secara Langsung

“Untuk minum, memasak, sampai membuat susu anak kami beli air galon. Pengeluaran bertambah, sementara rekening PDAM tetap harus dibayar penuh. Kami berharap ada solusi nyata karena pelanggan yang paling merasakan dampaknya,” katanya, Kamis (6/8).

Kondisi serupa sebelumnya juga dialami pelanggan Perumda Tirta Patriot di Bekasi Utara yang mengaku harus membeli beberapa galon air, antara 4-6 galon setiap hari dengan harga 7000-9000 akibat kualitas air yang berubah menjadi keruh dan berbau.

Baja juga:  Diduga Terkait Judol, WNI di Kamboja Kini Meningkat Capai 123 Ribu Orang

Perumda Tirta Patriot menjelaskan persoalan tersebut dipicu menurunnya kualitas air baku Kali Bekasi akibat pencemaran limbah. Untuk mengatasinya, perusahaan mempercepat pembangunan relokasi intake SPAM Teluk Buyung ke Kalimalang, meningkatkan pasokan air baku alternatif, serta melakukan penyesuaian proses pengolahan air agar hasil produksi tetap memenuhi standar.

Meski berbagai langkah mitigasi tengah dilakukan, warga berharap perbaikan kualitas air dapat segera dirasakan. Sebab, selama pencemaran Kali Bekasi belum tertangani secara menyeluruh, masyarakat akan terus menghadapi dua beban sekaligus, membayar tagihan PDAM dan mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air bersih yang layak digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *