V News

Warga Enggan Buat Laporan Saat Tangkap Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Tamsel Sulit Proses dan Diduga Terpaksa Dilepas

55
×

Warga Enggan Buat Laporan Saat Tangkap Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Tamsel Sulit Proses dan Diduga Terpaksa Dilepas

Sebarkan artikel ini
Terduga pelaku pencurian motor di Kampung Bulu, Tambun Selatan, yang ditangkap warga

Venomena.id – Warga Kampung Bulu, RT 05/RW 023, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memergoki orang tak dikenal berada di halaman rumahnya, tepat di dekat sepeda motor yang terparkir.

Hendra, pemilik sepeda motor, mengatakan kejadian bermula ketika kakaknya hendak berangkat bekerja setelah mandi. Saat keluar rumah, sang kakak mendapati seorang pria yang tidak dikenal berada di halaman rumah.

Pria tersebut diduga berada di sekitar sepeda motor milik Hendra yang saat itu terparkir dan dalam kondisi terkunci stang.

Menurut Hendra, kecurigaan semakin menguat setelah warga menemukan sebuah kunci berbentuk leter T di kantong celana pria tersebut.

“Waktu ditanya, dia tidak mengaku mau mencuri. Tapi ditemukan kunci leter T di kantong celananya,” kata Hendra.

Hendra menyebut, pria tersebut tidak datang seorang diri. Ia diduga bersama seorang anaknya yang berada di atas sepeda motor dan diduga memantau situasi sekitar.

Kondisi sepeda motor saat ditemukan juga disebut sudah berubah posisi.

Baja juga:  Penjual Somay Maestro Pencuri 675 Celana Dalam Wanita Akhirnya Terhenti

Motor yang sebelumnya terparkir di halaman dalam posisi mepet tembok rumah, bagian belakangnya telah bergeser, meski masih dalam keadaan terkunci stang.

Saat diamankan warga, terduga pelaku disebut sempat memberikan sejumlah alasan mengenai keberadaannya di lokasi.

Hendra mengatakan, alasan yang disampaikan berubah-ubah, mulai dari mengaku hendak mencari teman, ingin buang air kecil, hingga mengaku tersesat.

Warga kemudian membawa keduanya ke rumah Ketua RT untuk dimintai keterangan. Menurut Hendra, dalam proses tersebut anak dari pria yang diduga berada di lokasi akhirnya mengakui bahwa ayahnya telah memiliki niat mengambil sepeda motor tersebut.

Hendra mengatakan, dirinya sempat membuat laporan terkait kejadian tersebut. Namun, laporan itu kemudian dicabut karena ia keberatan apabila sepeda motornya harus menjadi barang bukti dan ditahan dalam proses hukum.

“Saya keberatan kalau motor saya dijadikan barang bukti selama tiga bulan. Motor itu untuk mata pencaharian saya. Kalau ditahan, saya keberatan,” ujarnya.

Baja juga:  Bacawalkot Tri Adhianto Goes Bareng Sohib

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Deto, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan adanya informasi mengenai dugaan percobaan pencurian tersebut.

Namun, menurut Deto, korban tidak berkenan melanjutkan perkara melalui laporan kepolisian karena tidak mengalami kerugian.

“Korban enggak berkenan buat laporan. Korban enggak mau buat laporan karena enggak ada kerugiannya,” kata Deto.

Saat ditanya mengenai keberadaan pihak yang diduga terlibat, apakah masih berada di Polsek Tambun Selatan atau telah dilepaskan, Deto belum memberikan jawaban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai status kedua orang yang diamankan warga tersebut, termasuk apakah masih berada di Polsek Tambun Selatan atau telah dipulangkan.

Warga berharap kejadian tersebut tetap menjadi perhatian aparat kepolisian, dan meminta adanya langkah pencegahan dan penanganan yang tepat agar dugaan percobaan pencurian kendaraan bermotor tidak kembali terjadi,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *