HeadlineV Lifestyle

Begini Curhat Titi Kamal Saat Membintangi Film Horor Perumahan Laddaland

63
×

Begini Curhat Titi Kamal Saat Membintangi Film Horor Perumahan Laddaland

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Aktris Titi Kamal ikut memberikan kesan pengalaman ketika bergabung dalam proyek film adaptasi kisah dari film Thailand berjudul Laddaland.

Dalam film garapan Awi Suryadi itu, Titi berperan sebagai istri sekaligus ibu dari sebuah keluarga yang mendapatkan teror berbagai kejadian mencekam setelah pindah ke rumah baru.

Demi membangun peran dan chemistry, Titi bersama para pemain lainnya menjalani latihan lebih dulu selama beberapa minggu. Meski sudah beberapa kali memerankan film horor, aktris 44 tahun itu mengaku sempat merasakan ada beban saat terlibat dalam Perumahan Laddaland.

Titi Kamal tak menampik merasakan ada sedikit beban ketika terlibat memerankan karakternya di Perumahan Laddaland. Pasalnya, bagi Titi, film Laddaland versi Thailand yang menjadi rujukan adaptasi untuk film remake ini sudah lebih dulu memiliki pasar yang luas.

“Memang ada sedikit beban, karena kan Laddaland sebelumnya yang dari Thailand sendiri sudah punya pasarnya yang luas banget, ya, tapi kita mencoba berkarya sebaik mungkin,” ucapnya usai press screening di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lebih lanjut, istri Christian Sugiono itu juga mengatakan, Perumahan Laddaland tampak berbeda dari film-film horor yang pernah ia bintangi sebelumnya.

Menurut Titi, film ini memiliki unsur psychological thriller hingga horor, sehingga mampu menghadirkan suasana mencekam di tengah-tengah penonton.

“Ini beda dari yang sebelum-sebelumnya karena ini kan psychological thriller dan psychological horror. Jadi, jauh lebih berbeda karena ini tuh benar-benar ada mencekamnya, walaupun lagi gak ada jumpscare. Dari awal sampai akhir, kita tuh mental dan pikiran kita benar-benar diuji banget,” kata Titi.

Titi pun meyakini film yang disutradarai Awi Suryadi ini lebih mencekam dan seram ketimbang versi aslinya di Thailand yang diproduksi dan dirilis tahun 2011 lalu.

“Film ini beda dari yang sebelum-sebelumnya karena genrenya psychological thriller dan psychological horror. Aku ngeliat versi Indonesianya ini lebih seram dan mencekam ketimbang film Laddaland versi aslinya,” ungkap Titi Kamal.

Baja juga:  Kolaborasi Kementrian Ekraf Pophariini dan Langit Musik Hadirkan Sinergi Suara 2025 di Berbagai Kota

Titi Kamal juga menjelaskan karakter para pemain yang dibangun di film ini sangat kental sehingga mampu menghadirkan ketegangan dari awal hingga akhir ceritanya.

“Jadi jauh lebih berbeda karena ini tuh benar-benar ada mencekamnya juga walaupun lagi enggak ada jump scare. Jadi kayak dari awal sampai akhir mental dan pikiran kita benar-benar diuji banget. Jadi penonton harus ramai-ramai ya, biar bisa teriak bareng,” tegasnya.

Senada dengan Titi, Andri Mashadi pun lebih memilih menanggapi secara santai terhadap persepsi banyak orang yang kemungkinan akan membandingkan film Perumahan Laddaland dengan versi aslinya dari Thailand.

Menurut Andri, penilaian tersebut kembali lagi pada preferensi masing-masing penonton. Terlepas dari itu, bagi Andri yang terpenting adalah para cast dan crew sudah bekerja sama dan mengusahakan yang terbaik demi film Perumahan Laddaland.

“Kalau masalah banding-membanding, aku rasa itu balik lagi ke preference masing-masing. Yang jelas Perumahan Laddaland adalah naskah adaptasi remake yang sudah ditulis ulang juga sama Mbak Lele (Lele Laila) dan dieksekusi secara kreatif dengan Mas Awi dan tim MD. Semua pemain di sini sudah ngasih yang terbaik juga yang kita bisa,” katanya.

Lewat pengalaman adu akting dalam film horor populer Tailan Laddaland, kedua aktor itu memberikan tanggapan terkait tantangan membintangi film tersebut.

Titi Kamal mengakui adanya beban tersendiri ‎dalam memerankan film ini mengingat kesuksesan versi aslinya. Namun, ia tetap ‎optimistis dan memastikan seluruh tim telah bekerja secara maksimal.

“Mudah-mudahan hasilnya juga bagus, walaupun memang ada sedikit beban. Karena kan Laddaland sebelumnya yang dari Thailand sendiri sudah punya pasarnya yang luas banget ya. Tapi kita mencoba berkarya sebaik mungkin dan semaksimal mungkin,” ujar Titi Kamal.

Baja juga:  Bila Esok Ibu Tiada, Rudi Soedjarwo Ajak Penonton Renungkan Arti dan Pentingnya Sosok Ibu

Senada dengan Titi, pemeran tokoh Tomy, Andri Mashadi, menyatakan bahwa perbandingan antara versi Indonesia dan Thailand kembali kepada preferensi masing-masing penonton. Ia menekankan bahwa naskah “Perumahan Laddaland” telah melalui proses adaptasi dan penulisan ulang oleh Lele Laila untuk memberikan sentuhan kreatif yang berbeda.

Kalau masalah banding-membanding sih aku rasa itu balik lagi ke preferensi masing-masing ya. Yang jelas ini jelas Perumahan Laddaland adalah naskah adaptasi remake yang sudah ditulis ulang juga sama Mbak Lele dan sudah di apa ya, dieksekusi secara kreatif juga dengan Mas Awi dan tim MD juga,”Kata Andri.

‎Dia pun mengapresiasi kerja keras dan soliditas seluruh kru serta pemain selama puluhan hari proses syuting. Meskipun harus menghadapi tantangan di lokasi, seperti cuaca dingin saat syuting di pagi hari, ia merasa suasana kerja ‎tetap menyenangkan.

Semua pemain memberikan yang terbaik yang kita bisa. Pemainnya solid, all cast ‎dan all crew solid semuanya. Kalau ada yang banding-bandingin, aku rasa kita semua pasti tetap bakalan enjoy,”tuturnya.

Sementara itu, Awi Suryadi yang menjadi sutradara film Perumahan Laddaland mengaku tidak ditekan oleh pihak pembuat asli filmnya di Thailand. Dirinya berupaya untuk menyesuaikan cerita filmnya sesuai karakter budaya lokal di Indonesia.

“Saya justru menunjukkan hasil akhir karena dia tahu adanya perbedaan waktu yang sangat jauh. Jadi dia memang dari awal membebaskan kita untuk adaptasi sesuai budaya kita, sesuai waktu sekarang. Paling sulit itu adalah menciptakan atmosfernya karena kan kita bukan cuma bergerak di satu rumah, kita kan rancanya perumahan,” tutupnya.

Selain dibintangi Andri Mashadi, deretan aktor lain seperti Titi Kamal, Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assegaf, hingga Laras Sardi, turut terlibat dalam film ini. Adapun film Perumahan Laddaland dijadwalkan tayang pada 13 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *