V News

Maraknya LGBT Dikhawatirkan Picu Kenaikan Kasus HIV/AIDS di Bekasi

61
×

Maraknya LGBT Dikhawatirkan Picu Kenaikan Kasus HIV/AIDS di Bekasi

Sebarkan artikel ini

Venomena.id – Meningkatnya perhatian publik terhadap fenomena LGBT di Kota Bekasi turut memunculkan kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap potensi meningkatnya kasus HIV/AIDS.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Bekasi, hingga tahun 2026 tercatat sekitar 3.600 orang positif HIV/AIDS. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Bekasi sebanyak 2.526.133 jiwa, angka tersebut setara sekitar 0,14 persen.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, menilai pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif sejak dini melalui edukasi kesehatan, pembinaan sosial, penguatan peran keluarga, serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas seksual berisiko.

“Kita harus melakukan pencegahan secara serius. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai masalahnya semakin besar,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan HIV/AIDS dan perilaku seksual berisiko perlu ditangani secara komprehensif melalui pendekatan kesehatan masyarakat yang melibatkan berbagai pihak.

Baja juga:  Banyak Aset Tak Bertuan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Lakukan Sertifikasi

Dariyanto menilai Dinas Kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, konseling, serta pendampingan terhadap kelompok rentan.

“Dinas Kesehatan harus terlibat aktif. Harus ada edukasi, pemeriksaan, dan pembinaan agar penyebaran penyakit menular seksual bisa ditekan,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah lokasi yang dinilai rentan terhadap penyebaran perilaku seksual berisiko, mulai dari tempat hiburan, tempat kebugaran, lingkungan indekos hingga lingkungan pendidikan.

“Yang paling kita khawatirkan kalau sudah masuk ke lingkungan pendidikan. Ini menyangkut masa depan generasi muda dan pembentukan karakter anak-anak kita,” ujarnya.

Meski demikian, Dariyanto menegaskan bahwa HIV/AIDS merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang harus ditangani melalui pendekatan medis, edukatif, dan preventif.

Baja juga:  Ngeri Temuan Audit BPK 7 Milyar Diduga Diselewengkan, Plt Kadisdik Persilahkan Tanya Ke Kadisdik Sebelumnya Yaitu UU Syaiful Mikdar

“Pencegahan harus berjalan, edukasi harus berjalan, pemeriksaan dini harus berjalan. Jangan sampai masyarakat baru bergerak ketika kasusnya sudah membesar,” katanya.

Sementara itu, tokoh agama Abu Salma menilai keluarga memiliki peran paling penting dalam mencegah anak-anak terpapar pergaulan bebas dan perilaku seksual berisiko.

“Orang tua harus lebih peduli. Pergaulan anak harus dipantau, pendidikan agama diperkuat, dan komunikasi keluarga harus dibangun sejak dini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan moral dan karakter agar generasi muda memiliki benteng yang kuat menghadapi berbagai pengaruh negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *